Kebijakan Anti- Imigran Membuat Ribuan Karyawan Google Berdemo

google

Jakarta – Presiden AS Donald Trump mencanangkan kebijakan anti-imigran. Hal ini mengundang banyak protes dari banyak pihak. Begitu juga dengan para karyawan Google di banyak negara melakukan aksi unjuk rasa dalam rangka menentang kebijakan tersebut.

Dilansir dari Kompas.com,   para Senin (30/7/2017) sekitar 2.000 karyawan Google di seluruh dunia dilaporkan melakukan unjuk rasa. Adapun negara mana saja yang turut melakukan aksi unjuk rasa ini belum diketahui, yang pasti unjuk rasa ini juga terjadi di kantor pusat Google di Mountain View, California.

Google dan para karyawannya diberitakan telah mengumpulkan dana sebesar 4 juta dollar AS yang akan disumbangkan untuk mendukung hak imigran dan pengungsi.  Dalam unjuk rasa tersebut para karyawan menyerukan, “Sergey! Sergey!”.  Kata “Sergey” sendiri mengacu kepada salah satu pendiri Google, yakni Sergey Brin.

Hal ini dikarenan Sergey Brin dan keluarganya adalah imigran dari Uni Soviet.  Keluarga Brin datang ke AS pada 1979 untuk menghindari perburuan kaum Yahudi saat itu. Oleh karena Brin merasakan nasib sebagai imigran, Brin pun turut bergabung untuk menentang kebijakan Trump.

Beberapa hari sebelumnya, Brin bergabung dengan para pendemo di bandara San Francisco. Namun, kehadirannya itu merupakan kapasitas pribadi, bukan mewakili institusi.

“Saya berada di sini (demo di bandara) karena saya juga seorang imigran,” ujar Brin saat itu.

Sementara Eksekutif Google lainnya yang merupakan seorang imigran adalah CEO Sundar Pichai. Pichai merupakan seorang imigran India.

“Kami marah dengan efek yang ditimbulkan dari seruan ini,” kata Pichai dalam surat resminya kepada seluruh karyawan Google.

Tags:
author

Author: