Kelangkaan Air di Madura Melanda Ratusan Desa

keker

SAMPANG – Sebanyak 262 desa di kawasan Madura mengalami krisis air bersih. Desa-desa tyang tersebar di tiga kabupaten ini, terdiri dari 115 desa di Pamekasan, 58 desa di Sampang, dan 89 desa di Bangkalan. Sementara di Sampang, dari 14 kecamatan 12 kecamatan diantaranya mengalami kekeringan.

Pemkab Sampang hingga saat ini masih berupaya meminimalisasi dampak kekeringan di 12 kecamatan tersebut. Akan tetapi, dikarenakan dana yang dianggarkan terbatas, pemerintah setempat hanya bisa mengirimkan air bersih sebanyak dua tangki dalam seminggu untuk satu desa. Dana per tangki yang dianggarkan Rp 350 ribu, sementara di lapangan harganya bisa sampai Rp 550 ribu per tangki. Pengiriman air bersih ini sudah dilakukan sejak 25 Agustus lalu.

Wisnu Hartono, Kepala BPBD Sampang menyatakan, “anggaran untuk mengatasi kekeringan ini sangat mepet, hanya ada Rp 250 juta. Padahal dari 12 kecamatan yang mengalami kekeringan, 58 desa berstatus kering kritis. Kita sedang upayakan mengajukan anggaran ke pemerintah provinsi dan pusat”.

Kekeringan di kawasan Madura ini tidak hanya sumurnya yang kering, tetapi sungai dan embung yang biasanya dijadikan tempat terakhir warga mendapat air juga mulai mengering. Jika memang ada pun hanya ada sisa air di embung, dengan jumlah yang sangat sedikit dan warnanya sangat keruh.

Meskipun air yang didapat itu keruh warga tetap mengambilnya untuk kebutuhan mandi dan cuci. dikarenakan jumlahnya sangat sedikit, warga pun harus benar-benar menghemat air yang mereka dapat dengan susah payah tersebut. Contohnya, di Dusun Pelan, Desa Pacanggaan, Kecamatan Pangarengan, warga memanfaatkan embung bantuan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) Surabaya yang sudah mengering. Bahkan, tanah di dasar embung mulai retak. Meskipun begitu, warga setempat berusaha keras mencoba menggali dasar embung untuk mendapat sedikit air untuk kebutuhan MCK. Sedangkan untuk kebutuhan konsumsi, warga membeli air PDAM.

Namun, bagi sebagian warga yang cukup uang membeli air PDAM tak hanya untuk konsumsi tetapi juga untuk MCK. Mereka biasanya membeli air PDAM satu tangki berkapasitas 5.300 liter, dengan harga Rp 100 ribu/tangki.

Tags:
author

Author: