Kemenkes Siapkan Penyebaran RS Rujukan di Seluruh Indonesia

bpj

Jakarta- Tingginya minat masyarakat mendaftar sebagai peserta program yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan, membuat beban layanan rumah sakit meningkat. Hal ini mengakibatkan, sejumlah rumah sakit yang bergabung dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional kewalahan melayani pasien, sehingga kualitas pelayananpun menurun.

Oleh karena itu, untuk memeratakan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia, Kementerian Kesehatan saat ini tengah menyiapkan 14 rumah sakit. Rencananya 14 Rumah Sakit di sejumlah daerah di Indonesia tersebut akan ditunjuk sebagai rujukan nasional.

Sebanyak 14 RS rujukan nasional tersebut terletak di 13 provinsi, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Provinsi lain adalah Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.

Langkah tersebut merupakan upaya untuk memeratakan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah, dengan bentuk sistem rujukan berjenjang. Dalam sistem rujukan berjenjang ini, penanganan penyakit yang bisa selesai di tingkat primer tak perlu dirujuk ke tingkat lanjutan. Hanya jika penanganan belum selesai pasien bisa dirujuk ke RS rujukan regional sebelum ke RS rujukan nasional. Melalui pemerataan pelayanan ini, diharapkan tidak akan terjadi lagi penumpukan pasien di rumah sakit rujukan.

Adapun untuk memkersiapan 14 RS rujukan tersebut diperkirakan butuh waktu 5-10 tahun. Dalam jangka waktu tersebut  dibuthkan untuk pemenuhan infrastruktur, seperti alat kesehatan, tenaga kesehatan, sarana dan prasarana, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Adapun biaya yang dipakai untuk merealisasikan 14 RS rujukan nasional tersebut bersumber dari APBN.

Persiapan penyebaran RS rujukan nasional ini merupakan salah satu bagian dari langkah pembangunan sistem rujukan nasional. Dimana hal ini bertujuan untuk memperkuat layanan kesehatan tingkat primer, serta meningkatkan layanan kesehatan pada tingkat lanjutan.

Tags:
author

Author: