Kementrian Agraria Tantang IPB Tata Ulang Ruang Wilayah Jabodetabek

tata

BOGOR – Institut Pertanian Bogor dan Universitas Pakuan ditantang untuk meninjau ulang tata ruang wilayah Jabodetabek dalam waktu dua minggu. Tantangan ini disampaikan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan dalam acara Konferensi Internasional ke-5 Jabodatebek Studi Forum di IPB Internasional Convention Center, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3/2015).

” Jangan lama-lama, kalau kelamaan kapan tindak lanjutnya. Kalau tidak bisa MoU dalam waktu tersebut kita batalkan saja,” kata menteri.

Hal tersebut sesuai dengan program yang tengah dibangun Kementerian Agraria. Kementrian Agraria saat ini tengah membangun budaya komitmen tepat waktu. Jika, melanggar waktu yang ditentukan, maka pihaknya akan membatalkan rencana kerja samanya. Kementrian agraria memberikan waktu enam bulan agar IPB dan Pakuan dapat meninjau ulang tata ruang tersebut. Dalam tinjauan ualng tata ruang ini, Ferry berharap IPB juga bisa bekerja sama dengan Pemerintah Daerah terutama dalam menyelesaikan persoalan penataan kawasan Jabodetabek. Tantangan untuk menata ulang tata ruang wilayah diharapkan dapat terintegrasi agar pembangunan kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) yang selama ini selalu menemui kegagalan dapat berhasil.

Pembangunan sebelumnya sudah menetapkan sekian banyak peraturan, kerja sama, serta perjanjian, namun tidak kunjung berhasil dan terselesaikan. Selain itu, anggapan semua pihak yang memandang bahwa pembangunan wilayah adalah sebuah proyek terpisah juga turut andil dalam ketidakberhasialn pembangunan yang sebelumnya. Ferry mengatakan, bahkan Inpres pun dimunculkan dan terakhir Perpres 54 tentang penataan ruang kawasan Jabodetabek ini.

“ Ini sudah lama, kalau memang tidak beres juga, saya memberi waktu kepada IPB merenung, hentikan proyek ini kalau tidak bisa memperbaiki,” kata Ferry.

Tags:
author

Author: