Kendalikan Wabah Ebola, Kenya latih 150 Dokter Spesialis

eb

Kenya — Ebola sejauh ini telah menewaskan lebih dari 4.500 orang, terutama di negara-negara Afrika Barat seperti Liberia, Sierra Leone dan Guinea. Dalam beberapa minggu terakhir, penularan penyakit Ebola lebih intens terjadi di kota Monrovia dan Freetown. Dari ribuan kasus, 443 menimpa pekerja kesehatan dan 244nya meninggal.

Melihat kondisi ini, pada Rabu (22/10) kemarin, WHO mengadakan pertemuan dadakan untuk mendiskusikan wabah Ebola tersebut. Pertemuan yang dilakukan di Genewa ini membahas terkait perkembangan wabah dan mempertimbangkan peraturan pembatasan perjalanan.

WHO mengatakan, jumlah tersebut masih dalam tahap investigasi untuk mengetahui alasan  dan jumlah banyaknya pekerja kesehatan yang tertular. WHO mengungkapkan, indikasi dini saat ini adalah sebagian besar penularan berasal dari pengobatan dan perawatan terhadap pasien Ebola.

Untuk menekan penyebaran penyakit ini, WHO merencanakan sebuah program yang dikenal sebagai 70-70-60 untuk menghentikan epidemik. Program ini termasuk target mengisolasi setidaknya 70 persen dari kasus dan mengubur dengan aman setidaknya 70 persen dari korban meninggal, pada 1 Desember. Tenggat waktunya selama 60 hari dari hari pertama implementasi rencana.

Sementara itu, menanggapi konidisi ini Kenya berencana untuk melatih 30.000 tenaga kesehatan untuk pemindaian, pencegahan, pengendalian dan manajemen kasus Ebola.

Direktur Pelayanan Medik dari Kementerian Kesehatan, Nicholas Muraguri mengatakan, pelatihan ini didukung oleh 150 dokter spesialis dalam pengendalian penyakit menular yang disebar ke seluruh negeri.

Muraguri mengungkapkan, untuk pemindaian penumpang di seluruh pelabuhan masuk telah dilakukan secara intensif melalui pembentukan Komite Pemindai Penumpang yang menjamin pemindaian semua penumpang 100 persen.

Sementara ini, Kementerian kesehatan Kenya tengah berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat melalui media massa dan media sosial untuk memastikan bahwa semua warga Kenya akan mendapat informasi tentang Ebola.

Tags:
author

Author: