Kendaraan Berat Diusulkan untuk Tidak Melintas Jalur Selatan Jabar

ilustrasi

ilustrasi

Jawa Barat- Jelang libur panjang Natal dan Tahun Baru, Dishub Jabar mengusulkanagar kendaraan berat tidak melintas di jalur selatan selama musim libur dimaksud. Terlebih Kemenhub memang berencana melarang pergerakan angkutan barang di tol dan Pantura.

“Dalam rapat, Kemenhub berencana melarang pergerakan angkutan barang di tol dan Pantura. Kami sudah minta jangan hanya dibatasi di Utara saja,” sebut Kadishub Jabar Dedi Taufik (8/12).

Ia menjelaskan jika Jabar merupakan lintasan utama pergerakan arus Natal dan Tahun Baru. Apabila hanya jalur utara ditutup, angkutan barang dikhawatirkannya akan mengambil jalur lain.
“Kalau cuma di Utara, pasti akan kucing-kucingan ke jalur lain,” imbuhnya.

Menurutnya, Jalur Selatan sangat rawan kemacetan. Selain itu, jalur tersebut dipandangnya sudah tidak layak dilintasi angkutan barang di atas 40 feet. Adapun untuk jalur Gentong Tasikmalaya kualitasnya tidak bisa dilalui angkutan 60 feet.

“Mereka ini tidak bisa manuver, masuk jembatan timbang susah. Ini sudah kita survey, bahaya kalau melintas. Jika stuck, bisa mengganggu pergerakan ke titik wisata Priangan Timur,” katanya kemudian.

Ia juga menjelaskan jika larangan sejak 21 Desember ini sudah memperhitungkan perkiraan pergerakan kendaraan yang mulai meningkat. Berdasarkan data tahun 2015 lalu, kenaikan mencapai 35 persen jelang libur natal.

“Angka 35 persen itu setengahnya angkutan barang. Jadi memang harus ada larangan, kami berharap ini masuk dalam Keputusan Menteri nanti” tegasnya seperti dilaporkan merdeka.com.

Tags:
author

Author: