Kertas Limbah Olahan ternyata Bisa Menghasilkan Rupiah

nara kreatif kertas limbah

Pewartaekbis — Ketika seseorang sudah berniat untuk wirausaha, jalan akan datang dari arah yang tak disangka-sangka. termasuk apa yang dialami oleh  Asep Wildan. Ia memulai wirausaha dengan modal yang terbatas tetapi semangat tanpa batas.

Berawal dari giat mengikuti pembinaan yang dilakukan oleh  Yayasan Nara Kreatif mitra kegiatan sosial bidang lingkungan  Nutrifood Indonesia, remaja berusia 14 tahun ini menemukan jalan bisnis yang kini mampu menopang kehidupannya.

Yayasan Nara Kreatif  sendiri merupakan pabrik rumahan yang bergerak di bidang pemanfaatan lingkungan, khususnya memanfaatkan limbah kertas dengan mengolahnya menjadi produk kreatif yang bernilai jual.

Ketua Yayasan Nara Kreatif, Nezatullah Ramadhan, 23, mengatakan kegiatan tersebut dimulai  waktu dia mengutak atik dan merancang mesin pengolah bubur kertas ketika masih kuliah di Politeknik Negeri Jakarta.

DAri sanalah ide  untuk mengolah kertas limbah menjadi produk kreatif muncul. Selanjutnya ia berhasil mengolah limbah kertas menjadi produk kreatif seperti  kap lampu, tempat tisu, dan kertas daur ulang.

“Kami membuat produk sesuai pesanan dan tidak menjual produk di toko-toko,” kata Nezatullah pada acara Berbagai Inspirasi bersama Nutrifood di Restoran Palalada, Kamis sore (17/7).

Mahasiswa Politeknik yang lulus kuliah pada 2013 itu, juga berhasil  menawarkan produknya ke perusahaan-perusahaan swasta sebagai  souvenir. Harga produknya berkisar Rp20.000-Rp400.000.

Untuk melakukan kegiatan proses pengolahan daur ulang kertas itu, Nezatullah kini sudah membina 90 orang, salah satunya adalah Asep Wildan tadi. Dan kini 7 di antaranya tinggal di asrama. Dia juga menyalurkan sebagian hasil penjualan produk keatif itu untuk beasiswa.

Tags: