Kesaksian Ibu Salah Satu Peserta Diklat Mapala UII

ilustrasi

ilustrasi

Yogyakarta- Pendidikan dasar (Diksar) mahasiswa pecinta alam (Malapa) Universitas Islam Indonesia (UII) terus mendapat sorotan setelah beberapa pesertanya dinyatakan meninggal dunia. Diklat dihelat di lereng selatan Gunung Lawu, Tawangmangu, Jawa Tengah.

Salah satu korban meninggal dunia ialah Syaiyt Asyam. MenurutĀ  cerita ibunda Asyam, Sri Handayani, anaknya tewas dianiaya dalam diklat dimaksud. Asyam mengakui hal itu sebelum meninggal dunia. Selain itu, Sri menemukan luka di tubuh anaknya itu.

“Anak saya yang tadinya ganteng menjadi penuh luka. Asyam juga mengeluh merasa sakit di bagian punggung,” seut Sri di rumah duka di Jetis, Sleman, DIY (23/1).

Menurut Sri, Asyam masuk ke RS Bethesda dalam kondisi kritis pada hari Sabtu pagi (21/1). Di sana dokter meminta Sri untuk menanyakan kepada putranya penyebab sakitnya. Sri pun sempat berbicara dengan Asyam.

“Asyam mengatakan pungungnya sempat disabet dengan rotan. Anak saya juga bilang, leher berat, sakit. Bawa air terlalu banyak. Punggung dipukul (dengan rotan) 10 kali. Diinjak kakinya. Jangankan ngomong, anak saya bernapas saja susah waktu itu,” ungkapnya.

“Asyam mengembuskan napas sekitar pukul 14.45 WIB. Asyam dimakamkan di makam keluarga yang tak jauh dari rumah. Saya yang menemani saat Asyam syakaratur maut,” lanjutnya.

Tags:
author

Author: