Kini, Alzheimer Bisa Deteksi Lewat Bola Mata

mata

Jakarta- Dua tahun lalu, peneliti dari Dundee University dan University of Edinburgh juga mengembangkan sebuah software khusus untuk mengetahui risiko Alzheimer dari pemeriksaan bola mata seseorang. Peneliti berpendapat, perubahan pola pembuluh darah di mata juga dapat dikaitkan dengan gejala Alzheimer.

Dilansir dari Detik.com, sebagian besar pasien Alzheimer baru mengetahui kondisinya saat sudah kronis. Oleh karena itu, kesempatan untuk sembuh pun semakin kecil.

Namun, Alzheimer’s Association International Conference 2016 di Toronto baru-baru ini, dua tim peneliti dari Inggris dan Kanada menemukan cara mudah untuk mendeteksi risiko Alzheimer atau kepikunan seseorang. Yakni, dengan cara melakukan pemeriksaan tes mata sederhana.

Peneliti dari Moorfields Eye Hospital dan Oxford University menemukan, ketebalan lapisan berisi sel-sel saraf di retina dapat menentukan ada tidaknya risiko kepikunan tersebut.

Mereka yang lapisan sel saraf di retinanya lebih tipis cenderung memiliki skor yang rendah dalam tes kognitif. Dan bisa dijadikan penanda bahwa yang bersangkutan akan segera mengalami tahapan awal dari demensia.

Sementara dalam studi kedua, peneliti dari Waterloo University Kanada menemukan penumpukan protein bernama amyloid pada retina orang dengan penyakit Alzheimer, terutama yang berat.

Ternyata dengan teknologi imaging atau pencitraan yang tinggi, peneliti bisa melihat penumpukan amyloid ini di mata. Dengan software yang menghasilkan foto bola mata seseorang yang diduga terkena Alzheimer, maka perubahan struktur pembuluh darah di dalam mata dapat diketahui saat itu juga.

Tags:
author

Author: