KPAI: tak sedikit anak terpaksa mengamen

anak terlantar jalan

Jakarta~ Sudah menjadi rahasia umum jika di Indonesia masih banyak anak-anak yang terlantar. Mereka terlantar karena berbagai faktor. Faktor-faktor ini sangat mempengaruhi proses yang perlu dilakukan untuk ‘menyelamatkan’ mereka.

Menurut Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto, ada empat tipologi anak jalanan. Salah satunya adalah anak jalanan yang terpaksa mencari rezeki di jalan untuk menyambung hidup.

“Tak sedikit anak terpaksa mengamen, karena ayahnya meninggal/cerai, sementara ibunya sakit-sakitan tak ada yang menanggung biaya hidupnya,” imbuh Susanto.

Ada juga anak jalanan yang hidup di jalan karena ikut-ikutan dan terpengaruh rekan sebaya atau teman. Anak-anak terlantar sepertui ini relatif mudah ‘diselamatkan’. Ada juga yang sudah merasa nyaman hidup di jalan.

“Anak hidup di jalanan dijadikan sebagai profesi dan merasa nyaman. Tipe ini tak mudah dikembalikan kepada komunitas dan keluarga asal, karena faktor mendasar adalah mentalitas,” katanya kemudian.

Ia juga berasumsi jika penyelesaian masalah eksploitasi anak, perlu melaluipendekatan pendidikan dan pemberdayaan.

“Jika pelaku ditangkap dan dipenjara, kemudian tidak dilakukan perubahan mental, maka dimungkinkan pelaku mengulangi perbuatannya kembali. Karena pelaku eksploitasi anak itu bukan semata-mata alasan ekonomi, namun yang lebih fundamental adalah mentalitas,” demikian piker Susanto.

Penjeraan memang perlu, tapi menurutnya ada hal lain yang juga dipandang sangat penting untuk dilakukan

“Intinya, penjeraan dan pemberatan hukum penting agar orang tidak main-main mengeskploitasi anak. Namun penjeraan saja tidak cukup. Masih butuh intervensi lain agar anak tidak jadi korban eksploitasi. Prinsipnya, perlu perubahan mental yang radikal agar, pertama, anak tidak dijadikan alat untuk mengeruk keuntungan ekonomi. Kedua, anak tidak dijadikan senjata untuk menumbuhkan rasa iba atau kasihan bagi masyarakat,” tandasnya seperti diwartakan detik.com.

Tags:
author

Author: