Kritik “Pedas” SBY untuk Pemerintahan Jokowi-JK

sby

Jakarta~ Ada beberapa kritik yang dilontarkan  Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono untuk pemerintahan Jokowi-JK. Intervensi terhadap parpol menjadi salah satunya.

“Dalam kehidupan demokrasi yang sehat, dan bukan dalam sistem otoritarian, partai politik memiliki kedaulatan dan kebebasan untuk menjalankan misi politiknya. Setiap campur tangan terhadap urusan internal partai, apakah dari Pemerintah, partai politik lain atau siapapun, akan mencederai demokrasi dan tatanan politik yang berkeadaban (civilized). Keras atau lunak sikap sebuah partai politik terhadap kekuasaan adalah hak dan kedaulatan partai itu. Semua wajib menghormatinya,” kata SBY dalam acara buka bersama PD di kediaman SBY, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/)6.

Menurut penjelasannya, rakyat sudah merasakan adanya tangan-tangan yang ‘tidak nampak’ mencampuri urusan internal sejumlah partai politik. Selain merusak sendi-sendi demokrasi, tindakan demikian juga menciptakan ketidakadilan.

“Kita ingin menghadirkan kompetisi politik yang ‘fair’ dan berdasarkan ‘fair play’. Jika intervensi itu membuat sebuah partai menjadi lemah dan terpecah (divided) sehingga tidak lagi memiliki kemampuan untuk bersaing baik dalam Pilkada maupun Pemilu Nasional, hal demikian merupakan tindakan yang tercela,” sebut mantan presiden ini.

Dalam pemerintahan yang demokratis, menurutnya perlu dilakukan check and balances. Sebuah kekuatan perlu diimbangi atau dikontrol oleh kekuatan yang lain.

“Kalau ini terjadi, akan tercegah penyalahgunaan kekuasaan oleh mereka yang kuat. Dan, ingat, ‘absolute power can corrupt absolutely’. Artinya, jika kekuasaan menumpuk pada satu kubu, maka kekuasaan itu mudah untuk disalahgunakan. Mari belajar dari pengalaman masa lalu kita, serta pengalaman bangsa-bangsa lain, yang karena penguasa menjalankan kekuasaan absolut akhirnya harus dikoreksi oleh sejarah,” tambahnya seperti diwartaan detik.com.

Tags:
author

Author: