Kutukan Mensos Khofifah untuk Pemerkosa Anak di Sorong

sex nikah selingkuh

Jakarta– Sebuah aksi biadab berupa pemerkosaan dan pembunuhan keji kembali terjadi. Korbannya ialah anak berusia empat tahun berinisial KM. Ia dibunuh setelah diperkosa di Kota Sorong, Papua Barat.

Mengetahui kekejian ini, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa langsung mengutuk keras. Menurutnya, pelaku sangat tidak berperikemanusiaan. Oleh karenanya, tindakan sadis pelaku layak untuk diganjar dengan fonis hukuman mati.

“Sangat pantas pelakunya dihukum mati,” tegasnya dalam siaran persnya di Jakarta¬†(13/1).

Jika pelaku bisa dihukum mati, sosok yang juga menjabat sebagai Ketum Muslimat Nahdlatul Ulama ini memandang hukuman tersebut sebagais ebuah pelajaran berarti.

“Ini bagian dari penjeraan kepada para predator seksual anak dan peringatan bagi siapa pun yang melakukan pola dan tindakan sadis dan keji semacam itu,” lanjut Mensos.

Dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, katanya, ada bagian yang berisi pemberatan hukuman terhadap pelaku kejahatan seksual. Pemberatan hukuman dimaksud berupa hukuman seumur hidup sampai hukuman mati.

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga KM mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan,” ungkapnya kemudian seperti diwartakan Kompas.

Khofifah mengingatkan para orangtua dan anggota masyarakat untuk tidak meremehkan setiap kasus kekerasan pada anak di mana pun dan tetap waspada memberi perlindungan kepada anak.

Ia mengatakan, dalam UU Perlindungan Anak, tanggung jawab utama memberikan perlindungan terhadap anak adalah orangtua.

“Bukan saja menjadi tugas pemerintah namun juga lingkungan masyarakat dan keluarga. Saya rasa siapa pun pasti akan menolak kekerasan dalam bentuk apa pun, terutama kekerasan seksual, apalagi kejahatan seksual pada anak,” tuturnya.

Seorang bocah berusia empat tahun di Kota Sorong Papua Barat diduga menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan.

Kejadian tragis ini terungkap pada Selasa, 10 Januari 2017, saat ditemukan jasad bocah perempuan yang terkubur di dalam aliran sungai berisi lumpur di Kompleks Kokodo, Kota Sorong, Papua Barat.

Tags:
author

Author: