Lebih dekat dengan Gayatri, Ahli Bahasa yang Telah Meninggal

gayatri
Pewartaekbis~ Nama Gayatri Wailisa menjadi pemberitaan hangat pagi ini. Bahkan, lebih dari lima ribu pengguna internet melakukan pencarian degan subjek ‘gayatri’ melalui mesin pencari google. Hal itu karena ada kabar bila sosok jenus ini telah tiada.

Sosok Gayatri Wailisa memang ajaib. Di susianya yang masih belia ia telah menguasai 14 bahasa asing. Berdasarkan cerita keluarganya, Gayatri memang bertekad untuk menguasai sebanyak mungkin bahasa dunia karena ingin menjadi seorang diplomat.

Meski dengan keterbatasan finansial, akhirnya ia menguasai 14 bahasan asing saat masih berusia 16 tahun dan masih berstatus sebagai siswi SMA. Bahasa yang telah dikuasai Gayatri yaitu Mandarin, Arab, Jerman, Perancis, Korea, Jepang, India, Rusia, Inggris, Italia, Spanyol, dan Belanda. Metode belajar bahasa ala Gayatri cukup sederhana, yakni mendengarkan dan menonton lagu dan film berbahasa asing.

Sederet prestasi menakjubkan juga telah diraih Gayatri berkat kepiwaiannya berbahasa asing. Ia bahkan pernah menjadi wakil Indonesia dalam Convention on the Right of the Child (CRC) atau Konvensi Hak-hak Anak tingkat ASEAN di Thailand. Dalam forum tersebut Gayatri juga dipercaya menjadi penerjemah. Tak hanya itu, berkat kelihaiannya berbahasa asing, ia juga terpilih menjadi duta Kodam XVI/Pattimura.

Selain terkait bahasa asing, ternyata Gayatri memiliki sederet prestasi lain. Beberapa prestasi yang dimaksud yakni Juara 1 Kompetisi Cerita rakyat 2006, Juara 1 dalam lomba cipta puisi 2009, Juara 1 debat konsep pembangunan daerah 2010, Juara Peragaan Busana Fashion Putri Daerah 2011, Juara 1 lomba Pidato dalam hari Anak Nasional 2011, Juara 2 lomba karyai ilmiah Sains Terapan 2012, Juara Medali Perunggu Olimpiade SAINS Astronomi 2012, Juara 1 Lomba Pidato Remaja Hari Kebangkitan Nasional 2012, dan Juara karya tulis Sastra Nasional 2012.

Sayang, remaja kelahiran 31 Agustus 1995 ini kini tinggal kenangan. Ia meninggal setelah mengalami pendarahan di otaknya. Sebelumnya, ia sempat dirawat di rumah sakit Abdi Waluyo, Jakarta.

Tags:
author

Author: