Liburan ke Jogja? Jangan Lewatkan Festival Museum Yogyakarta 2014

seu

Yogyakarta – Festival Museum 2014 bertajuk “Museum Goes To School” digelar di Pendopo Taman Siswa, Yogyakarta, hingga 7 September 2014 esok. Acara tahunan ini diikuti sekitar 37 museum yang tergabung dalam anggota Badan Musyawarah Museum (Barahmus) DIY dan Museum Monumen Pers Solo. Festival tahun ini merupakan festival keempat yang digelar secara bergilir. Beberapa museum turut berpartisipasi dalam festival ini dengan benda bersejarahnya, diantaranya yaitu:

1.    Museum Sasmita Loka Pangsar Jenderal Sudirman
Menghadirkan kursi roda kuno yang menemani perjuangan Jenderal Sudirman, serta koleksi radio Phillips kesayangan beliau.

2.    Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala
Menghadirkan replika pesawat dan jet tempur, serta seragam TNI AU. Selain itu,  pada acara pawai pembukaan museum ini juga menghadirkan peluru kendali asal Soviet. Sementara peluru kendali yang lebih besar, SA-75, dapat disaksikan di Museum Dirgantara, Kompleks Pangkalan TNI AU Adisutjipto,Yogyakarta.

3.    Museum Rumah Garuda
Menampilkan gambar-gambar Garuda hasil karya murid-murid SD, permainan menyusun balok bergambar Garuda, serta karikatur bertema Pancasila.

4.    Museum TNI AD Dharma Wiratama
Memamerkan senjata zaman perang kemerdekaan jenis mitraileur buatan AS, hasil rampasan tentara sekutu dari Palagan, Ambarawa, Semarang.

5.    Sedang Monumen Pers Solo
Menampilkan berbagai koleksi koran lama yang berkaitan dengan perjalanan surat kabar dan sejarah bangsa Indonesia. Monumen Pers Solo juga memberikan berbagai informasi mengenai koleksi dan sarana serta prasarana yang ada di monumen.

6.    Museum Puro Pakualaman
Membuka stand belajar singkat mengenai cara-cara membatik mulai dari menggambar hingga proses membatik.

Pada festival tahun sebelumnya pernah diselenggarakan di kampus, dengan tajuk “Goes To Campus, bahkan “Museum Goes to Mall” juga pernah dilaksanakan. Sesuai dengan tema festival tahun ini, acara ini digelar di kompleks sekolah Yayasan Taman Siswa. Tepatnya di Pendopo Dewantara Kirti Griya di Jl. Taman Siswa, Yogyakarta. Acara  ini digelar untuk menumbuhkan kembali minat masyarakat untuk mengunjungi museum.

Sebagaimana penuturan salah satu panitia acara ini, Seno, selama ini museum pasif dan hanya menunggu kunjungan. Akan tetapi, dalam empat tahun terakhir ini pengelola museum mulai aktif menjemput pengunjung. Disamping itu, museum juga dapat dijadikan sarana belajar atau pendidikan, oleh karenanya dalam acara festival ini pengelola mengundang sekolah-sekolah untuk datang melihat.

Selain pameran sejarah, akan ada berbagai lomba seperti, lomba lukis untuk tingkat SD dengan tema ‘Museum di Hatiku’ dengan obyek di area pameran pada hari Minggu (7/9), dan lomba membaca puisi setingkat SMP pada hari Sabtu (6/9).

Tags:
author

Author: