Liburan Lebaran, Berikut ini Saham-saham yang Layak Disoroti

saham jelang lebaran

Pewartaekbis — Hari Raya Idul Fitri 1435 H telah tiba dan libur lebaran akan berlangsung sepekan kedepan. Pada momen seperti ini tingkat konsumsi masyarakat biasanya tinggi.

Sebaliknya, perdagangan di pasar modal justru biasanya  melemah terimbas aksi ambil untung (profit taking). Kebutuhan dana tunai ketika lebaran seperti biasanya justru membuat sejumlah investor pasar modal sementara waktu memilih untuk keluar dari pasar.

Setelah libur selesai, baru lah para pelaku pasar kembali menata ulang portofolionya. Nah, dalam keadaan seperti itu tentunya para pelaku pasar harus jeli dalam memilih sektor dan saham untuk menginvestasikan uangnya.

Sejumlah sektor perlu diperhatikan karena akan terkena pengaruh dari kondisipasca liburan tersebut.  Tim Riset Daewoo Securities Indonesia memberi saran sejumlah sektor apa yang paling dipengaruhi oleh hal tersebut serta perlu dicermati para pelaku pasar:

  • Perbankan: Pertumbuhan simpanan masyarakat pada bulan menjelang lebaran akan melambat, tetapi penyaluran kredit meningkat sebelum lebaran.
  • Otomotif dan pembiayaan: Penjualan mobil baru dan bekas khususnya MPV akan meningkat, dan sebagian besar pembelian dengan cara kredit.
  • Konsumer dan ritel: Penjualan sektor consumer seperti Indofood dan MYOR akan meningkat demikian juga dengan penjualan retailer seperti MPPA, RALS dan LPPF.

Daewoo Securities menilai, dengan berakhirnya Pilpres 2014 yang realtif tenang,  kinerja kuartal III dari emiten-emiten di sektor tersebut akan lebih baik dibandingkan dengan kuartal II.

Bila melihat berita akhir-akhir ini maka akan dihiasi oleh berbagai berita mengenai perbaikan jalan dan jembatan untuk kelancaran mudik (pulang kampung) juga arus lalulintas yang semakin padat  jumlah uang beredar pun akan meningkat.

Tercatat dari laporan Bank Indonesia, uang yang beredar pada bulan puasa dan lebaran mencapai 103,1 trilliun, dibanding tahun sebelumnya meningkat 17,4%. Padahal, Tim Riset Daewoo Securities menyebutkan, pada Juli 2013, uang yang diedarkan oleh Bank Indonesia mencapai 506 trilliun dan setiap tahun rata-rata meningkat 15-16%.

Tags: