Lutfi:Mainan Tanpa Logo SNI akan Dilarang Beredar

SNI mainan anak-anak

Mainan produksi domestik akan terdampak dengan kebijakan ini, opsi paling tepat adalah menaikkan harga untuk produsen dalam negri

Pewartaekbis.com, Jakarta — Potensi pasar mainan di Indonesia relatif besar, sayangnya pasar mainan anak masih dikuasai produk impor. Padahal, banyak ditemukan di pasaran produk mainan impor yang berbahaya bagi kesehatan anak.

Kementerian Perindustrian mencatat, nilai impor mainan sepanjang 2012 mencapai US$ 138,11 juta. Sebagai ilustrasi, terdapat sekitar 100 surat tanda terima barang alias bill of lading (B/L) yang diproses di pelabuhan di Indonesia setiap hari. Katakan saja, setiap B/L terdiri dari satu kontainer, setidaknya ada100 kontainer berisi mainan impor yang masuk ke Indonesia setiap harinya.

Oleh karena itu, demi melindungi anak-anak, pemerintah mewajibkan sejumlah produk mainan harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) mulai 30 April 2014. Menteri Perdagangan M. Lutfi menegaskan pemerintah akan konsisten menjalankan kebijakan ini.

“Kalau pelaksanaan pokoknya 30 April ini, harus jalan. Harus tidak ada lagi produk mainan yang tidak berlabel SNI di pasaran,” tegas Lutfi di sela-sela acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2014 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (30/4).

Lutfi mengatakan bahwa hal itu sudah ada dalam aturan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan. Terdapat dua belas jenis produk mainan yang harus berlabel SNI (lihat infoboks).

“Barang yang beredar itu harus punya SNI, jadi kalau tidak ada SNI nggak boleh,” jelasnya.

Menurut menteri perdagangan, aturan ini sudah melalui proses kajian yang matang baik di internal pemerintahan maupun bersama kalangan dunia usaha yang terkait. Oleh karena itu, pewajiban SNI mainan dinilai sudah saatnya untuk diterapkan.

“Kan aturannya sudah ada, itu sudah jelas. Jadi tinggal kita terapkan saja,” tuturnya.

SNI adalah hal yang penting untuk memproteksi konsumen dari produk-produk yang berbahaya. Ini berlaku untuk produksi dalam negeri maupun impor, lanjut Lutfi.

“Bukan untuk yang dalam negeri saja tapi barang impor dari luar negeri. Supaya konsumen kita terproteksi dengan baik,” ucapnya.

Ketentuan wajib  mainan anak yang dapat diberi label SNI di antaranya tidak boleh memiliki tepi yang tajam, tidak boleh mengandung bahan yang dikategorikan formalin, dan harus memiliki petunjuk yang jelas. SNI ini diarahkan untuk perlindungan konsumen, terutama anak-anak.

Berikut daftar jenis mainan yang wajib ber-SNI:

Daftar Jenis Mainan yang Wajib ber- SNI

  1. Baby walker dari logam dan plastik
  2. Sepeda roda tiga, skuter, mobil berpedal, kereta boneka, dan mainan beroda semacamnya.
  3. Boneka, bagian, dan aksesorisnya.
  4. Kereta elektrik termasuk rel, tanda dan aksesori lainnya.
  5. Perabot rakitan model yang diperkecil dan model rekreasi semacam itu baik bisa digerakkan atau tidak.
  6. Perangkat konstruksi dan mainan konstruksional lainnya, dari bahan selain plastik.
  7. Stuffed toy menyerupai binatang atau selain manusia.
  8. Puzzle dari segala jenis.
  9. Blok atau potongan angka, huruf atau binatang; perangkat penyusun dan pengucap kata, toy printing set, counting frame mainan, mesin jahit mainan dan mesin tik mainan.
  10. Tali lompat.
  11. Kelereng.
  12. Mainan lainnya yang selain disebut nomor 2-11 yang terbat dari semua jenis material seperti; balon, pelampung renang atau mainan lainnya yang ditiup, mainan yang terbuat dari karet, senapan, atau pistol dan mainan lainnya yang terbuat dari plastik.

Sumber: Permen perindustrian Nomor 55 tahun 2013.

 

Tags: