MA juga Mencabut Hak Politik Mantan Presiden PKS

luthfi

Jakarta~ Sirna sudah harapan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq mendapat keringanan dari Mahkamah Agung. Pasalnya, MA justru memperberat hukuman untuk Luthfi. Apabila sebelumnya hanya divonis 16 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor, MA kemarin (15/9) mengganjarnya dengan megubah hukuman menjadi 18 tahun penjara. Tidak cukup di situ, MA juga mencabut hak politik Luthfi sehingga ia tidak bisa lagi dipilih dalam jabatan publik apapun.

Ketua Kamar Pidana MA Artidjo Alkostar meyebut apa yang dilakukan Luthfi Hasan selaku Anggota DPR RI telah melukai kepercayaan dan amanah rakyat Indonesia, khususnya yang telah mempercayakan suaranya kepada eks petinggi PKS ini.

”Perbuatan terdakwa selaku anggota DPR yang melakukan hubungan transaksional telah mencederai kepercayaan rakyat banyak, khususnya masyarakat pemilih yang telah memilih terdakwa menjadi anggota DPR RI,” ungkap Artidjo (15/9).

Sebagai anggota DPR, mantan presiden PKS  terbukti menggunakan kekuasaan elektoral untuk mendapatr imbalan atau fee dari pengusaha daging sapi. Dalam persidangan di Mahkamah Agung, Lutfi juga terbukti menerima janji pemberian uang senilai 40 miliar rupiah. Janji penerimaan tersebut diperoleh dari PT Indoguna Utama. Sebagian uang tersebut bahkan telah diterima melalui Ahmad Fathanah.

Atas dasar bukti-bukti yang ada, Mahkamah Agung menganggap tindak kejahatan yang dilakukan Luthfi Hasan termasuk kejahatan yang serius.

”Hubungan transaksional antara terdakwa yang anggota badan legislatif dan pengusaha daging sapi Maria Elizabeth Liman merupakan korupsi politik karena dilakukan terdakwa yang dalam posisi memegang kekuasaan politik sehingga merupakan kejahatan yang serius (serious crime)” ujar Artidjo.

Tags:
author

Author: