Maklumat Penting Petinggi TNI Terkait Insiden di Polewali Mandar

tni

Pewartaekbis~ Kemarin (30/8) anggota Kompi senapan B Yonif 721/ Makkasau, Prada Yuliadi, tewas terkena tembakan di perut. Konon, insiden tersebut merupakan buntut dari keributan antara salah seorang anggota Kodim 1401/Majene dengan anggota Patmor Polres Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Terkait insiden ini,  TNI AD dan Polri menghimbau agar seluruh prajurit TNI dan Polri tidak begitu saja mempercayai informasi yang beredar. Pasalnya, tiap info provokatif dapat menyulut perpecahan di antara kedua pihak.

“Informasi itu semua tidak benar. Kepada seluruh anggota TNI AD dan Polri serta masyarakat luas jangan terprovokasi informasi yang memperkeruh kondisi,” jelas Kepala Dinas Penerangan AD, Brigjen Wuryanto (30/8).

Brigjen Wuryanto juga menyebutkan jika kondisi saat ini sudah kondusif setelah ricuh di sirkuit balap motor di Polewali, Sulawesi Barat.

“Keributan akibat kesalahpahaman hanya ada di TKP (Tempat Kejadian Perkara), di luar itu tidak ada,” sebutnya kemudian.

Ia juga menjelaskan jika banyak pihak yang ingin memecah belah TNI dengan Polri, serta aparat dengan masyarakat.

“Sekali lagi, jangan terprovokasi. Banyak pihak yang menginginkan terjadinya bentrok atau perselisihan TNI-Polri, TNI-rakyat, atau Polri dan rakyat, jangan terprovokasi. Percayakan pada pimpinan yang ada di lapangan menyelesaikannya,” tegas Wuryanto.

Permintaan serupa juga disampaikan oleh Polda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar). Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Frans Barung Mangera pun mengimbau Polri tidak mudah terpancing oleh hasutan.

“Situasi saat ini sudah kondusif. Informasi yang beredar di media sosial itu adalah kejadian tahun 2011,” terang Kombes Frans Barung.

Ia juga menjelaskan jika saat ini kondisi sudah aman dan polsek-polsek dijaga bersama pihak TNI.

“Situasi sekarang sudah aman, polsek-polsek dijaga bersama dengan Koramil,” terangnya kemudian.

Sumber: detik.com

Tags:
author

Author: