Marak Perekrutan Militan Lewat Internet, China Bayar 100 Yuan Untuk Petunjuk Penting

teror

SHANGHAI – Pada Desember, Cina menyerukan penutupan rekaman suara dan video yang digunakan oleh kelompok teroris. Hal tersebut terjadi setelah kelompok bersenjata ISIS disebut mengeluarkan sebuah lagu dalam bahasa Mandarin untuk merekrut para militan.

Dilansir dari Republika.co.id, seorang sumber yang tidak disebutkan namanya dari pusat laporan Lembaga Siber Cina (CAC) mengatakan, internet telah menjadi sebuah sarana bagi teroris untuk menyebarluaskan gagasan religius ekstremis, memicu konflik etnis dan mendorong separatisme.

Selain itu, sumber tersebut juga menyebutkan bahwa, sejumlah blog-blog kecil sejenis Twitter dan sejumlah layanan pesan instan populer seperti WeChat merupakan beberapa contoh alat yang digunakan oleh para teroris. Lewat  media ini para teroris mencuci otak para wanita muda dan anak-anak, serta mendorong masyarakat publik untuk memberikan petunjuk melalui jalur khusus telepon.

Dari sumber pusat tersebut juga memaparkan bahwa, dua tahun yang lalu Cina menawarkan orang-orang yang melaporkan konten teroris dalam jaringan imbalan hingga 100 ribu yuan untuk setiap petunjuk.

Namun, petunjuk yang mendapatkan imbalan sebesar 100.000 yuan (hampir 200 juta rupiah) ini hanya diperuntukkan bagi petunjuk yang dinilai benar-benar berharga.  Dan di tahun 2015 lalu, pusat tersebut mendapatkan lebih dari 20.000 laporan kasus pada 2015, dan telah memberikan imbalan senilai dua juta yuan.

Namun, untuk kepastian informasi ini pihak CAC tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar langsung karena libur nasional.

Tags:
author

Author: