Masa Darurat Banjir Garut Akhirnya Diperpanjang

bnpb

Garut~ Hari ini, 27 September 2016, seharusnya menjadi hari terakhir tanggap darurat banjir bandang di Garut, Jawa Barat.  Namun, status tersebut diperpanjang kembali hingga 14 hari mendatang lantaran masih banyak yang mesti diselesaikan. Hal itu diungkapkan Kepala Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei, setelah melihat situasi di lapangan.

“Ada 19 korban yang belum ditemukan, masih ada RSUD dr. Slamet yang masih belum berfungsi 100% dan sekolah yang belum beroperasi,” sebutnya melalui pesan singkat Selasa (27/9).

Willem juga menerangkan jika BNPB membutuhkan waktu untuk membersihkan dan mengembalikan dalam keadaan normal kembali. Ia mengingatkan untuk memperkuat sistem peringatan dini banjir dan longsor serta edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Hal itu diungkapkan Willem dalam rapat evaluasi masa tanggap darurat bencana Garut dengan Wakil Bupati, Komandan Tanggap Darurat, Basarnas, Sestama, Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB dan pejabat SKPD setempat di Kodim 0611/Garut.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menerangkan jika hingga kemarin  Tim SAR masih menemukan satu korban hilang. Dengan demikian, hingga hari keenam korban meninggal berjumlah 34 orang.

“Pencarian 19 korban yang masih hilang akan difokuskan di wilayah Waduk Jati Gede Kabupaten Sumedang. Wilayah pencarian korban hilang diperluas hingga 40 kilometer dari Garut ke bagian hilir,” jelas Sutopo seperti diwartakan Jawa Pos.

Sutopo juga menerangkan metode yang digunakan timnya dalam proses pencarian.

“Pencarian akan menggunakan perahu karet, namun akan terkendala oleh banyaknya sampah dan kayu yang masih berserakan. Selain fokus pada pencarian korban, Tim SAR juga sudah memfokuskan upaya pembersihan khususnya di daerah Cimacan,” sebutnya kemudian.

Tags:
author

Author: