Massa APBSU Tuntut Gubernur Sumatra Utara Naikkan UMP 2015

buruh

Sumatra Utara~ Penetapan Upah Minimum Provinsi atau UMP memang sering diwarnai dengan ketidakpuasan perkerja dan buruh. Di Sumatra Utara misalnya, kemarin (28/10) terjadi unjuk rasa para pekerja dan buruh yang menamakan diri Aliansi Pekerja Buruh Sumut (APBSU). Tuntutannya bisa ditebak, menaikkan UMP di tahun 2015 dengan jumlah yang mereka inginkan.

Aksi unjuk rasa APBSU di depan Kantor Gubernur Sumatra diikuti sekitar 100 buruh. Meski sempat membuat macet jalan raya, aksi tersebut tergolong tertib. Petugas keamanan dari Kepolisian dan Satpol PP pun nampak tak perlu mengeluarkan keringat berlebih untuk mengamankan jalannya ujuk rasa.

Berdasarkan pengamatan wartawan,  masa yang berunjuk rasa d ini menginginkan UMP 2015 naik 40% dari tahun 2014. Pada tahun 2014 UMP Provinsi Sumatra Utara mencapai Rp 1.505.850. dengan kata lain, buruh menginginkan UMP 2015 ditetapkan dengan nilai sekitar Rp 2.105.850.

“Naikkan upah UMP Sumut tahun 2015 sebesar 40% disesuaikan dengan rencana kenaikan harga BBM sebesar Rp 3.000,” begitulah salah satu pernyataan sikap APBSU yang dibacakan di aksi unjuk rasa itu.

Seperti pada unjuk rasa lain, para pemimpin APBSU melakukan orasi secara bergantuian. Sebagian besar dari mereka menuntut adanya peningkatan kesejahteraan pekerja dan buruh, khususnya di wilayah Sumatra Utara.

Beruntung, unjuk rasa pekerja dan  buruh tersebut diakomodasi oleh Gubernur Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho yang diwakil  oleh Bukit Tambunan. Didampingi oleh Kepala Satpol PP Zulkifli, Bukit Tambunan menyatakan jika akan mengakomorir tuntutan buruh namun harus tetap berpedoman pada peraturan yang ada.

Menurut Bukit Tambunan, penetapan upah pekerja tidak boleh dilakukan secara serampangan. Karena harus melibatkan pemerintah, serikat buruh, Apindo, dan pemerintah daerah.

“Untuk itu, permintaan teman-teman soal kenaikan upah pekerja dan buruh hingga 40% ini, tentu akan terlebih dahulu dibahas di Depeda. Pada prinsiponya, kita harus memperhatikan kelangsungan usaha perusahaan dan juga tetap memperhatikan kesejahteraan buruh,” ungkap Bukit Tambunan  yang menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Tags:
author

Author: