Mau Tahu Hukuman bagi Pembakar Rumah Ustad Uje?

Pipik, istri Uje (kanan berkerudung hitam) termenung melihat puing-puing rumahnya yang terbakar.

Pipik, istri Uje (kanan berkerudung hitam) termenung melihat puing-puing rumahnya yang terbakar.

Pewartaekbis, JAKARTA— Siapa sangka ada orang yang tega melakukan kejahatan yang membahayakan jiwa keluarga ustad Jeffry Al Buchory (Uje), pasalnya kebakaran di rumah istri almarhum Uje, Pipik Dian Irawati yang terjadi belum lama ini ternyata merupakan aksi terencana dan disengaja.

Hal itu seperti diungkapkan Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Wahyu Hadiningrat di Jakarta, Senin (30/6). Ia mengemukakan bahwa hasil  pemeriksaan yang dilakukan satuannya, terindikasi bahwa rumah tersebut dibakar dengan sengaja. Dan tersangka pelakunya adalah seorang laki-laki berinisial IV.

Sebelumnya, tersangka IV juga telah ditetapkan sebagai pelaku pencurian di rumah tersebut ketika kebakaran berlangsung.

“Dari hasil pengembangan kami dapatkan bahwa yang bersangkutan yaitu IV dengan sengaja melakukan pembakaran rumah Ibu Pipik,” ujar Kombes Wahyu.

Ia juga menjelaskan, bahwa tersangka IVsengaja membakar rumah tersebut dengan korek api gas dengan sebelumnya membakar secarik korden di lantai satu rumah naas tersebut.

“Pembakaran dilakukan tersangka sekitar pukul 4 pagi,dan sejauh ini pengakuan tersangka dikarenakan sakit hati,” imbuh Wahyu.

Mengenai hukuman bagi tersangka IV, kombes Wahyu menjelaskan bahwa tersangka akan  dikenakan pasal berlapis, pasal 187 dan 363 tentang pembakaran serta pencurian.

“Hukumannya maksimal 12 tahun penjara”. ujar Wahyu.

Sementara itu, di lokasi yang sama Pipik mengaku bersyukur kasus kebakaran yang menimpa rumahnya telah diungkap oleh pihak kepolisian.

Yang membuat Pipik tidak habis pikir adalah alasan IV melakukan pembakaran rumah itu dengan alasan sakit hati. Ia masih tidak dapat mempercayainya.

“Saya bersyukur karena kasusnya telah terungkap, tapi saya juga tak habis pikir mengapa ini terjadi dengan alasan sakit hati, padahal saya tidak melakukan yang jahat kepada dirinya. Kita serahkan saja pada Bapak-bapak yang berwenang.” ujar Pipik.

Tags:
author

Author: