Melatih EQ Anak Sejak Dini, Jadikan Anak Lebih Berempati

emosi

Jakarta- Pengajaran akan emosi anak sejak dini menjadi hal yang penting untuk dilakukan para orangtua. Sebab, anak yang mengenal emosi dirinya akan bersosialisasi dengan baik dengan teman-temannya, anak menjadi berempati, lebih peka, dan memiliki kepedulian terhadap teman-teman dan lingkungan sekitarnya.

Dilansir dari Kompas.com, kecerdasan emosional memang sangat perlu dikenalkan pada anak sejak dini. Yakni, sejka anak memasuki usia 2-3 tahun. Namun, dalam keseharian orangtua merupakan contoh bagi anak. Anak akan belajar dan meniru bagaimana cara orangtuanya marah, bahagia, sedih dan takut.

Psikolog anak Roslina Verauli mengatakan, marah itu verbal, bukan nonverbal. Jadi, saat marah jangan banting-banting pintu dan lainnya. Sebab, anak akan melihat dan bisa saja belajar dari begitu.

Vera mengatakan, dalam hal ini orangtua, khususnya ibu yang sering mendampingi anak menjadi contoh.

“Saat marah, seorang ibu sebaiknya dapat menjelaskan kepada anak apa alasannya marah. Jadi, anak akan belajar memahami emosi ibunya ketika marah. Ia pun nanti bisa belajar memahami emosi pribadinya, bisa mengungkapkan alasan saat mengapa ia marah dan Ia akan belajar bagaimana mengelola emosinya,” papar Vera.

Sebab, menurut Vera kemampuan anak memahami dan mengelola emosinya itu merupakan kompetensi emosional. Anak dengan kompetensi emosional yang baik bisa bersosialisasi dengan baik pula dengan teman sebayanya kelak. Anak bisa memahami teman-teman dan menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.

“Jadi, ketika marah, anak tahu emosinya sedang marah dan ia tahu alasannya. Begitu juga saat sedih. Anak memahami hal apa yang membuatnya sedih hingga bagaimana mengelola kesedihannya menjadi emosi positif”, ungkap Vera.

Tags:
author

Author: