Mendulang Emas dengan Lovebird

berternak love  bird

Dahulu, lovebird tidak terlalu digemari karena burung ini tidak dilombakan dan hanya sebagai burung hias. Para pecinta burung lovebird hanya tertarik pada keindahan warnanya. Burung jenis paruh bengkok ini banyak memiliki variasi warna di antaranya kuning, hijau, biru, putih, salem, hitam, violet, serta albino. Seiring berjalannya waktu, saat ini pecinta burung love bird ini semakin meningkat dengan banyaknya EO yang membuka kelas khusus love bird. Lovebird ternyata mampu bertindak sebagai burung master atau pengisi suara burung kicauan lainnya.

Beragam jenis lovebird meliputi lutino, albino, nonkacamata, serta kacamata. Harganya pun bervariasi mulai yang terendah yaitu jenis lovebird nonkacamata dan yang paling mahal jenis lutino. Jenis kelamin lovebird dapat ditentukan dengan cara diraba pada bagian supit udangnya. Apabila supit udangnya rapat maka dipastikan berjenis kelamin jantan, sedangkan apabila renggang maka dapat dipastikan betina. Makanan pokoknya berup biji-bijian, dapat juga ditambahkan kangkung atau jagung muda.

Mendulang sukses bisnis lovebird telah dirasakan oleh Agus Prawoto (26) dan Yuli Handayani (24), pasangan suami-istri dari Dusun Jambean, Desa Menayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Di rumahnya, pasutri ini memiliki 105 pasang indukan lovebird dari berbagai jenis dan sebagian besar merupakan burung yang layak dilombakan.Jenis indukan yang dimiliki antara lain kepala emas, hijau kepala merah, hijau dakocan, biru dakocan, lutino, pastel, blorok, hitam panda, dan belang. Jenis belang yang terbilang unik ini pernah ditawar Rp 12,5 juta, namun belum dilepaskan. Yuli, sang pemilik  mengatakan pada  bahwa love irdnya ditawar lumayan tinggi.

“Burung ini dihargai mahal, karena warnanya unik dan berbeda dengan lainnya. Saya minta harga Rp 25 juta, rencananya buat mendaftar haji ibu saya”..

Tahukah Anda, pasangan suami istri ini hanya menangkarkan lovebird di lantai dua rumahnya. Burung-burung lovebird dibuatkan kandang khusus, yang cukup memperoleh sinar matahari. Kerjasama keduanya terbilang bagus. Perawatan sehari-hari menjadi tugas sang istri. Dialah yang memberi pakan, ekstra fooding, dan air minum. Dia juga yang memandikan dan menjemur lovebird, serta mengobati jika ada yang sakit.

Sebagaimana dilansir oleh Suara Merdeka, dia merekrut dua pegawai kandang untuk meringankan tugasnya. Sementara itu, Agus Prawoto sang suami bertugas memasarkan burung ini ke berbagai kota di Indonesia. Hingga saat ini, burung hasil tangkaran mereka sudah menembus pasar di seluruh kota/kabupaten di Jawa Tengah, sebagian kota di Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, bahkan Sumatera.

“Kemarin baru saja mengirim 30 ekor lovebird ke Jambi. Sebelumnya, saya juga mengirim 40 ekor ke Lampung,” kata Agus.

Harga yang mereka pasang pun bervariasi mulai dari Rp 600.000 hingga Rp 2.000.000. Penjualan lovebird dalam sebulan rata-rata bisa mencapai 20 ekor bakalan. Perbedaan harga disesuaikan dengan kualitas suara dan warna bulunya. Dari penjualan burung lovebird inilah, pasangan Agus-Yuli berhasil mengantungi pendapatan rata-rata Rp 40 juta per bulan.  It’s amazing, right? Anda dapat menyimpan emas batangan dengan berjualan burung.

Rate this article!
Tags:
author

Author: