Mengapa Korps Brimob Pakai Seragam Loreng Lagi?

aparat

Pewartaekbis~ Ada yang unik dari upacara memperingati HUT ke-69 Korps Brimob Polri yang diperingati hari ini, 14 November 2014. Keunikan yang dimaksud yakni kembali dikenakannya seragam loreng oleh peserta upacara yang notabane-nya didominasi oleh anggota Brimob. Dan ternyata, penggunaan seragam loreng oleh korps Brimob sudah diresmikan kembali.

“Berdasarkan keputusan Kapolri, penggunaan pakaian dinas lapangan PDL bermotif loreng secara resmi digunakan kembali yang selama ini tak dilaksanakan,” papar Kapolri Jenderal Pol Sutarman ketika menjadi instruktur upacara.

Berdasarkan pernyataan Kapolri Jenderal Pol Sutarman, penggunaan kembali seragam bermotif loreng oleh satuan Brimob dimaksudkan untuk mengingatkan nilai sejarah perjuangan pasukan Brimob dalam mempertahankan kemerdekaan.  Pengabsahan anggota Brimob menggunakan seragam loreng didasarkan pada Keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia nomor: Kep/748/IX/2014 tentang Penggunaan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) Loreng bagi personel Korps Brimob Polri.

Selain soal seragam ‘baru’, Jenderal Pol Sutarman juga menguraikan beberapa poin penting kepada anggota Brimob yang mengikuti upacara. Poin pertama ialah anjuran untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan spirit. Kedua, tiap anggota Brimob Polri harus menjaga dan tingkatkan integritas serta loyalitas untuk keberhasilan tugas.

“Tingkatkan frekuensi latihan perorangan maupun kelompok secara berkesinambungan disertai pengembangan penguasaan keterampilan dan kemahiran disertai penggunaan senjata khusus dan teknologi yang lebih modern,” ungkap Jenderal Pol Sutarman.

Jenderal Pol Sutarman juga mengingatkan soal pelanggaran yang banyak dilakukan oleh anggota Brimob dalam beberapa waktu terakhir. Oleh karenanya, ia mengingatkan seluruh pimpinan untuk melakukan pengawasan melekat, struktur, dan berjenjang sesuai prosedur.

Anggota Brimob juga diharapkan tak lagi melakukan pelanggaran karena akan mencoreng institusi kepolisian.

“Jika ada satu orang saja melakukan penyimpangan maka akan mencoret institusi Polri,” lanjut Jenderal Pol Sutarman.

Tags:
author

Author: