Mengenal BRICS, Pendiri Bank Alternatif Moneter Dunia

Kelompok negara berkembang besar, BRICS secara resmi meluncurkan bank pembangunan baru bermarkas di Shanghai, China.

Kelompok negara berkembang besar, BRICS secara resmi meluncurkan bank pembangunan baru bermarkas di Shanghai, China.

Pewartaekbis, Fortaleza, Brasil – BRICS merupakan kependekan dari Brazil, Rusia, India, China dan South Africa (Afrika Selatan). Kelompok negara berkembang besar ini secara resmi meluncurkan bank pembangunan sebagai langkah nyata pertama mereka untuk membentuk kembali sistem keuangan internasional yang selama ini didominasi Barat. Bank tersebut memiliki aset sebesar USD100 miliar atau Rp1.174 triliun.

Mengutip laman online Reuters, Senin (16/07/14), bank yang didirikan oleh negara-negara ini bertujuan mendanai proyek-proyek infrastruktur, khususunya di negara-negara berkembang. Bermarkas di Shanghai, bank ini akan dipimpin secara bergantian. Tampuk kepemimpinan operasional pertama akan dipegang oleh India, dilanjutkan Brasil dan kemudian Rusia. Berita tersebut disampaikan dalam pertemuan puncak lima negara BRICS, yaitu Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan di Fortaleza, Brazil 15 July 2014.

Negara-negara tersebut menyiapkan cadangan mata uang USD100 miliar untuk membantu negara-negara mencegah tekanan likuiditas jangka pendek. Bank yang sudah lama ditunggu-tunggu itu akan disebut Bank Pembangunan Baru (New Development Bank /NDB).

Sejak mereka berkumpul pada 2009, pertemuan di Fortaleza ini merupakan prestasi besar pertama dari negara-negara BRICS untuk memiliki posisi tawar kuat dalam tatanan keuangan global yang dibuat oleh negara-negara Barat setelah Perang Dunia II. Selama ini tatanan keuangan global senantiasa berpusat pada Dana Moneter Internasional (IMF) serta Bank Dunia.

BRICS diminta untuk mencari tindakan koordinasi menyusul eksodus modal dari emerging market pada tahun lalu, dipicu oleh penarikan skala stimulus moneter AS.

Bank baru yang dimulai dengan modal disetor sebesar USD50 miliar yang terbagi rata ini,mencerminkan pengaruh tumbuh dari BRICS, yang menyumbang hampir setengah populasi dunia dan sekitar seperlima dari output ekonomi global.

Masing-masing negara pendiri akan “patungan” untuk modal awal Bank NDB dengan jumlah awal sebesar USD10 miliar dalam bentuk tunai dimasukkan dalam lebih dari 7 tahun dan USD40 miliar jaminan.

Lembaga ini dijadwalkan akan mulai memberikan pinjaman pada 2016, dan terbuka untuk keanggotaan negara-negara lain, tetapi pangsa modal BRICS tidak bisa turun di bawah 55%

Tags:
author

Author: