Mengenal Pramoedya Ananta Toer

pramoedya
Pewartaekbis~ Siapa yang yang tak kenal Pramoedya Ananta Toer? Seorang sastrawan terkenal asal Indonesia yang novel-novelnya telah banyak diterjemahkan di berbagai negara. Di antara novelnya yang terkenal ialah Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca.

Pramoedya lahir di Blora tanggal 6 Februari 1925. Ayahnya bernama Mastoer, bekerja sebagai guru di Holandsch-inlandsche Scool. Sayang, karena jumlah gaji yang sedikit ia kemudian mengajar di Institute Boedi Oetomo.

Kemunculan berbagai bentuk pergerakan yang merupakan embrio pergerakan nasional Indonesia turut membentuk karakter Pramoedya. Betapa tidak, ditutupnya sekolah untuk pribumi Institute Boedi Oetomo ternyata mengguncang perekonomian keluarga Mastoer dan membuat Mastoer kembali bersedia menjadi guru di HIS. Sejak saat itu hubungan Pramoedya dan ayah pecah, Pramoedya kecewa dengan keputusan ayahnya tersebut. Pramudya menganggap ayahnya menyerah total terhadap Belanda dan nasib.

Perlakuan ayahnya yang kasar dan kerap menganggap Pram sebagai anak bodoh menyebabkan Pram menjadikan ibunya sebagai satu-satunya tempat mengadu. Berkat ibunya pulalah Pram bisa melanjutkan ke sekolah Radio Volkchool. Kebersamaan Pramudya berakhir setelah ibunya dibunuh oleh penyakit TBC pada tanggal 2 Maret 1942 (Widiatmoko. 2004:52-55). Sebuah kebersamaan yang sangat mungkin menjadi inspirasi bagi banyak karya- karya Pramoedya.

Tanggal 2 Mei 1950 dengan bantuan Menteri PPK dr. Abu Hanifah, Pramoedya diangkat sebagai redaktur Balai Pustaka bagian Kesusastraan Modern dengan gaji dua ratus empat rupiah. Namun kekecewaan Pram terhadap pimpinan Balai Pustaka membuatnya mengundurkan diri dan mendirikan Literary & Features Agenci Duta yang berkecimpung di dunia pendidikan, bahasa, kesenian, dan kebudayaan. (Widiatmoko. 2004: 60).

Melalui karya-karyanya Pram semakin dikenal publik, hal itu turut menjadikan rumah tangganya membaik dan mampu mebeli rumah. Bersamaan dengan hal itu anak Pram yang pertama lahir. Tentulah hal tersebut mempengaruhi perkembangan kehidupan sosialnya, terutama dalam hubungannya dengan pengarang-pengarang lainnya. Salah seorang pengarang yang sering mengunjungi Pram adalah A. Darta, seorang Marxis dan juga anggota Lekra yang didirikan pada tahun 1950.

Rate this article!
Tags:
author

Author: