Mengintip Ruang Perawatan Pasien Ebola

Fasilitas ruang perawatan khusus dan pakaian pelindung di RS Royal Free London (Sumber: abcnews)

Fasilitas ruang perawatan khusus dan pakaian pelindung di RS Royal Free London (Sumber: abcnews)

Pewartaekbis – Penyebaran virus Ebola saat ini sangat mengkhawatirkan. Awalnya, penyakit mematikan ini melanda Afrika Barat. Dikutip dari abcnews, Petugas kesehatan di seluruh dunia mulai mempersiapkan ruang perawatan khusus dan penanganan pasien untuk berjaga-jaga bila ada pasien yang terjangkit virus Ebola.

Hingga minggu lalu saja virus ini sudah menewaskan 932 terutama di Guinea, Sierra Leone dan Liberia. Di Nigeria seorang perawat meninggal setelah tertular oleh seorang penumpang pesawat yang terbang dari Liberia. Di AS dua orang dievakuasi dari Liberia ke RS Emory University dan dirawat dalam ruang khusus. Di Inggris, RS Royal Free London mempersiapkan unit khusus untuk merawat pasien yang terinfeksi Ebola.

Karena virus ini menular melalui cairan tubuh seperti darah atau air seni, dokter dan petugas medis lainnya harus mengenakan pakaian pelindung dari kepala hingga kaki. Penyakit ini tidak menular melalui udara dan hanya menyebar melalui sentuhan atau permukaan yang terkontaminasi. Oleh karenanya, petugas kesehatan memiliki risiko tertinggi tertular dari pasien. Menurut catatan WHO, 145 petugas kesehatan telah terjangkit virus Ebola dan 80 orang meninggal.

Tempat tidur yang terisolasi tidak hanya digunakan untuk pasien Ebola tetapi juga bisa untuk merawat pasien yang menderita penyakit menular seperti flu burung. Unit khusus untuk pasien Ebola ini bahkan dilengkapi dengan filter udara untuk mencegah keluarnya penyakit dari dalam ruangan perawatan.

Menurut Dr. Stephen Mepham dari RS Royal Free, udara yang keluar dari ruangan khusus rumah sakit ini akan melalui serangkaian filter. Dokter Mepham juga menambahkan bahwa masyarakat Inggris tidak perlu panik karena sangat kecilnya kemungkinan bertemu dengan pasien Ebola yang luput dari diagnosis.

Tags: