Meninggal Setelah MOS, Pihak Sekolah Minta Jangan Dikaitkan dengan MOS

evan

Bekasi~ Kabar menghebohkan datang dari Bekasi. Evan Cristopher Situmorang meninggal 2 minggu setelah mengikuti masa orientasi siswa (MOS) di sekolah barunya,  sebuah SMP di kawasan Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat.

“Anak saya dapat tugas macam-macam dari kakak kelasnya,” sebut ayah Evan, Jose Feliano Situmorang.

Menurut keterangan Jose, tugas pertama yang diterima anaknya ialah mengenakan baju berwarna kuning dengan gantungan minion (tokoh kartun) yang dikalungkan di leher.

“Tiap hari warna bajunya ganti. Belum lagi makanannya. Perkiraan habiskan Rp 70 ribu per hari hanya untuk ikuti MOS,” imbuhnya.

Evan juga mendapatkan banyak tugas yang menurutnya tidak berhubungan dengan pendidikanya saat mengikuti MOS.

“Kadangkalah kita enggak ngerti, misalnya ada tugas membawa belatung di warnai yang ternyata isinya nasi goreng, atau membawa Udang yang diwarnai yang artinya bihun goreng,” katanya kemudian.

Jose juga mengatakan jika anaknya takut jika sampai tak mengerjakan tugas, karena ada hukuman dari panitia.

“Kata anak saya kalau ada tugas yang tidak diselesaikan akan mendapatkan hukuman,” sebutnya kepada wartawan.

Salah satu hukuman yang diberikan oleh panita MOS adan scott jump. Hukuman inilah yang akhirnya membuat Evan sakit dan berujung pada kematian pada tanggal 30 Juli 2015 di samping ibunya.

Namun, seperti diwartakan detik.com, pihak sekolah menolak anggapan bahwa meninggalnya Evan disebabkan oleh keikutsertaannya dalam acara MOS.

“Jangan kaitkan kematian anak kami Evan dengan MOS yang diselenggarakan oleh sekolah,” terang Kepala Sekolah SMP Flora Herson Nenggolan.

Sayang, Herson atas nama pihak sekolah belum dapat menjelaskan lebih rinci terkait kematian anak didiknya tersebut.

“Saya belum bisa bilang apa-apa. Saat ini saya masih dimintai keterangan oleh penyidik,” jelasnya kemudian.

Tags:
author

Author: