Menkominfo, Ini Adalah Mimpi yang Fantastis!

net

Jakarta – Sebelumnya, Menkominfo telah menyatakan ditahun 2020 mendatang ingin mewujudkan Indonesia sebagai the largest digital economy in the region, dengan nilai e-commerce yang membus USD 130 miliar dan jumlah teknopreneur sebanyak 1.000 startup.

Namun, untuk mewujudkannya tidaklah mudah dan setidaknya butuh 3 hal. Diantara ketiga hal yang menjadi inti dari aplikasi the largest digital economy in the region yaitu, device, network dan application. Dari ketiga inti tersebut, Indonesia mengalami kesulitan berat dengan network.

Sebab, bagi industri telekomunikasi network atau jaringan internet bagaikan jalan raya. Jika, kondisi jalan raya yang masih kacau, dan tidak tersedianya jalan tol yang cukup, akan berdampak pada kemacetan. Sehingga, jalan menjadi ruwet dan menimbulkan ekonomi biaya tinggi, serta akhirnya daya saing rendah.

Dalam kecepatan internet Indonesia menduduki peringkat 122 dunia. Peringkat yang rendah disebabkan karena kelambatan adopsi teknologi seluler 4G LTE dan minimnya teledensitas fixed broadband. Tentunya, jika tak didukung dengan jaringan internet yang memadai Indnesia the largest digital economy in the region hanya akan menjadi mimpi belaka.

Dilansir dari Detik.com, tantangan-tantangan tersebut bukanlah hal mudah. Butuh komitmen, keberanian, dan dukungan semua pihak terkait agar bisa direalisasikan. Namun untuk visi yang amat mulai, tantangan tersebut patut untuk diperjuangkan.

Menjelang keberangkatannya ke Silicon Valley bulan lalu, Menkominfo mengatakan, ini adalah mimpi yang fantastis! Namun, bukan berarti tidak realistis.

“Ini sebuah mimpi, tapi realistis. Untuk menerapkan ini kita butuh teknopreneur, inkubator, mentor, pendanaan apakah itu dari venture capital atau dari angel investor”. Demikian pernyataan Menkominfo.

Tags:
author

Author: