Menyaksikan Sejarah di Museum Perumusan Naskah Pancasila

museum penyusunan naskah proklamasi

Jakarta~ Sudah menjadi rahasia umum jika negara kita tercita memiliki sangat banyak museum yang asyik untuk dikunjungi. Museum Perumusan Naskah Pancasila misalnya, gedung ini didirikan sekitar tahun 1920. Museum dengan luas sekitar 3.914 meter persegi ini dibangun dengan arsitektur khas Eropa.

Sebelum digunakan sebagai museum perumusan naskah pancasila, gedung ini digunakan untuk berbagai kepentingan. Pada masa pendudukan Jepang misalnya, gedung ini dimanfaatkan untuk kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda. Setelah Indonesia merdeka, gedung ini tetap menjadi tempat tinggal Laksamana Maeda Tadashi Maeda hingga bulan September 1945.

Dalam khazanah sejarah kemerdekaan, gedung ini menjadi sangat penting karen digunakan untuk perumusan naskah proklamasi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, pada tahun 1984 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Nugroho Notosusanto meminta Direktorat Permuseuman agar menjadikan gedung bersejarah ini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

Seperti yang tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.0476/1992 tanggal 24 November 1992, gedung yang terletak di Jalan Imam Bonjol No. 1 ditetapkan sebagai Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

Sebagai museum, gedung ini terdiri atas beberapa ruangan. Yakni  Ruang Pra-Proklamasi Naskah Proklamasi, Ruang Perumusan Naskah Proklamasi, Ruang Pengesahan/Penandatanganan Naskah Proklamasi, dan Ruang Pengetikan Teks Proklamasi.

Museum ini buka setiap hari, kecuali Senin. Hari Selasa sampai Kamis Museum Perumusan Naskah Pancasila dibuka setiap pukul 08.00 hingga 16.00WIB. Untuk hari Jum’at museum buka pukul 08.30 hingga 16.00 WIB, tapi pukul 11.00 hingga 13.00 WIB istirahat. Sementara itu, pada hari Sabtu dan Minggu museum buka pukul 08.30 hingga pukul 17.00 WIB. Tertarik? Datang saja langsung ke Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Jakarta.

author

Author: