Misteri Dibalik Warna-warni Cat Kuku

cat-kuku

Jakarta- Dibalik indahnya warna-warni cat kuku yang biasa dipakai para wanita untuk tampil lebih cantik ternyata ada bahaya mengintai. Hal ini dikarenakan cat kuku mengandung zat berbahaya bagi tubuh.

Perlu menjadi perhatian bagi para pekerja salon, terutama mereka yang mengerjakan perawatan kuku tangan dan kaki. Banyaknya salon kuku yang tidak menyediakan ventilasi yang memadai, dan udara terjebak di dalam salon.

Padahal paparan bahan kimia yang terkandung dalam kosmetik beberapa meanimbulkan bahaya kesehatan. Dan apabila bahan kimia yang menguap dari berbagai produk perawatan kuku juga terjebak di dalam salon dan membuat orang-orang didalamnya bernapas menghirup bahan-bahan kimia beracun, terutama para pekerja salon yang selalu bersentuhan dengan produk-produk perawatan kuku.

Dilansir dari Kompas.com, Dr. Thu Quach, dari Stanford University dan Cancer Prevention Institute of California dalam tulisannya di The Conversation mengatakan, paparan bahan kimia yang terkandung dalam cat kuku dapat memicu masalah kesehatan, mulai dari kanker hingga masalah reproduksi.

Toluena, adalah zat yang terkandung dalam cat kuku untuk memberikan efek halus dan menjaga warna cat kuku tetap cantik. Formaldehida yang berfungsi sebagai penguat kuku dan sebagai disinfektan peralatan perawatan kuku. Dan dibutyl phthalate dalam cat kuku ditambahkan untuk memberi hasil akhir yang mengkilap.

Ketiga kandungan dalam cat kuku ini, teridentifikasi sebagai ‘trio racun’ yang akan menimbulkan gangguan kesehatan yang serius. Toluena merupakan bahan kimia ini dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan menyebabkan kerusakan reproduksi. Sedangkan, formaldehida diketahui sebagai salah satu zat yang mengandung karsinogen, pemicu sel kanker. Dan paparan dibutyl phthalate berisiko menyebabkan gangguan reproduksi.

Dari beberapa hasil penelitiannya, Dr. Thu Quach menyatakan, paparan cat kuku yang terus-menerus bisa menyebabkan mual, gangguan pernapasan, sakit kepala, kanker, hingga berbagi masalah reproduksi, termasuk kelahiran prematur dan komplikasi kehamilan.

Rate this article!
Tags:
author

Author: