Musim Hujan Tiba, Ini Alasan Warga Wonogiri Tetap Beli Air

air

Pewartaekbis~ Musim hujan memang sudah membasahi sebagian besar wilayah Republik Indonesia. Bahkan, beberapa kota telah terendam banjir akibat hujan deras.

Namun, sebagian warga di Wonogiri selatan masih harus membeli air bersih. Padahal, daerah tersebut juga telah diguyur hujan lebat pada akhir pekan lalu.

“Sudah diguyur hujan namun baru sekali. Para warga langsung menyimpan air hujan di bak penampungan air. Hampir setiap rumah ada bak penampungan air,” ungkap Camat Pracimantoro, Warsito.

Mengapa masih membeli air? Ternyata, air hujan yang disimpan warga di dalam bak penampungan belum bisa dikonsumsi karena masih kotor. Pasalnya, bak penampungan tersebut masih kotor akibat kemarau panjang yang melanda wilayah Wonogiri. Oleh karenanya, air ‘pertama’ yang ditampung hanya dimanfaatkan untuk mandi, minum ternak, dan membersihkan bak itu sendiri.

Berdasarkan penuturan warga, air di bak penampungan baru aman untuk dikonsumsi setelah hujan ketiga. Di hujan ketiga biasanya air di bak penampungan sudah bersih dan bisa dikonsumsi dengan aman.
Menyambut hujan kali ini, sebagian warga Wonogiri langsung menanam aneka jenis tanaman palawija. Seperti ubi kayu dan singkong. Bahkan, penanaman palawija telah menjadi tradisi pada saat hujan turun pertama kali setelah musim kemarau.

“Para petani sudah mulai menanam ubi kayu. Di sini ada tradisi ngawu-awu yakni menanam bibit ubi kayu saat turun hujan kali pertama,” kisah Camat Pracimantoro, Warsito.

Tags:
author

Author: