Organisasi Kesehatan dan Pembuat Kebijakan Diimbau Prioritaskan Kasus Virus Zika

zika

Pewartaekbis- Virus Zika pertama kali dideteksi di Afrika pada tahun 1940-an. Zika ditularkan oleh nyamuk dan infeksi bakteri Meliodosis. Virus Zika kini menjadi wabah baru dan menjadi ancaman setelah virus ebola yang telah merenggut ribuan jiwa.

Dilansir dari Kompas.com, Meliodosis dalam jurnal Nature Microbiology termasuk infeksi yang kebal antibiotik. Meskipun tidak menyebabkan kematian, tapi bisa menyebabkan bayi lahir cacat dengan kondisi microcephaly, kondisi serius yang membuat perkembangan fisik dan mental bayi terhambat.

Asia Tenggara dan Australia bagian utara merupakan wilayah yang sudah terkena virus Zika. Namun, virus ini bisa menyebar ke area non-endemik melalui hewan yang terinfeksi.

Namun, pejabat kesehatan di negara-negara Amerika Latin seperti Brasil, Panama, Venezuela, Meksiko, El Savador, Suriname, Colombia, dan masih banyak lagi, menyebut telah menemukan virus ini.

Trudie Lang, profesor Global Health Research dari Oxford memperingatkan, virus Zika yang dibawa oleh nyamuk dan menyebabkan wabah di Brasil ini berpotensi menyebar dengan cepat ke area baru.

Ilmuwan internasional diharapkan dapat segera meneliti bagaimana penyebarannya, dan kemungkinan mengembangkan obat atau vaksin untuk virus ini.

Karena situasi ini, organisasi kesehatan dan para pembuat kebijakan agar permasalahan infeksi virus ini mendapat prioritas tinggi.

Tags:
author

Author: