Pantaskah Jero Wacik Mendapat Gelar Mahaputra Adipradana?

12

Jakarta~ Menteri ESDM yang kini menjadi tersangka KPK ternyata pernah mendapatkan tanda kehormatan Mahaputra Adipradana dari Presiden Bambang Yudhoyono. Tanda kehormatan ini merupakan penghargaan untuk tokoh yang dianggap memilikijasa besar di suatu bidang atau peristiwa tertentu yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kebesaran Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan kepada Jero Wacik di Istana Negara pada tanggal 13 Agustus 2013.

Banyak orang yang menduga-duga, apakah penghargaan tersebut akan dicabut setelah sang menteri ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK?

Djoko Suyanto  yang merupakan Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan hanya member penjelasan jika saat ini Jero Wacik belum terbukti bersalah.

“Dia (Jero) kan belum dihukum. Apa dia sudah dihukum? Jangan misal-misal, ya karena sekarang kan baru proses,” ujar Djoko kemarin.

Lain dengan Djoko Suyatno, Jubir Perhimpunan Pergerakan Indonesia Tri Dianto dengan tegas menyatakan jika Bintang Mahaputera Adipradana tidak pantas diberikan kepada menteri ESDM yang telah menjadi tersangka KPK.

“Saya kira perlu dievaluasi bintang jasa yang dianugerahkan dari SBY karena tidak tepat dan tidak pantas seorang koruptor, pemeras dan maling uang rakyat dapat bintang jasa” papar Dianto.

Sementera itu, Ahmad Bakir Ihsan yang merupakan pengamat politik dari UIN Syarief Hidayatullah Jakarta mengatakan jika pemberian bintang jasa tidak bisa menjadi jaminan seseorang bebas dari segala penyimpangan. Namun, sebaiknya bintang jasa memang dicabut apabila si penerima terbukti melakukan korupsi atau kejahatan lainnya.

Terkait dengan status yang disematkan KPK kepada Jero Wacik, Presiden SBY baru hari ini (5/9) akan membicarakan kasus yang menimpa sang menteri ESDM di sidang cabinet. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat.

“Besok, beliau akan bicara di kabinet. Besok ada rapat paripurna, tadi bapak menyampaikan akan menyinggung juga karena beliau baru mendapat laporan tadi. Jadi, beliau ingin mendalami,” ujar Hidayat, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Tags:
author

Author: