Pasar Kondotel di Bali, Kuta dan Seminyak Primadonanya

informasi kondotel Bali

Pewartaekbis –  Terdapat anekdot bahwa jika turis asing ditanya tentang Indonesia, mungkin dia kurang kenal. Namun  jika yang ditanyakan adalah Bali, wisman itu akan paham. Ya, Bali merupakan pulau surga pariwisata bertaraf internasional.

Kunjungan wisatawan, baik mancanegara atau domestik tak pernah surut setiap tahunnya. Korelasi utama kunjungan wisata adalah kebnutuhan akan hunian dan properti. Walhasil,  pulau Dewata ini pun menjadi pilihan tepat tujuan investasi, khususnya properti seperti villa dan kondotel.

Cushman & Wakefield Indonesia dalam kajiannya mengenai properti di Bali, menyebutkan bahwa kawasan Bali menjadi lokasi prospektif dalam pembangunan kondotel. Tercatat setidaknya 8.000 unit kondotel akan masuk dan beroperasi di Bali dalam beberapa tahun ke depan.

Menurut Arief Rahardjo, selaku Head of Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia, menyatakan sebagian besar pembangunan masih berpusat di kawasan tujuan utama wisatawan seperti Kuta dan Seminyak.

“Sebagian besar kondotel tersebut akan dikembangkan di kawasan Legian dan Seminyak, yakni sekitar 29% dari total pasokan yang akan masuk,” jelasnya di Jakarta (16/7).

Arief menjelaskan pula, pihaknya juga mencatat kawasan lain di Bali seperti Jimbaran akan ada pasokan 2.000 unit atau sekitar 24% dari total pasokan kondotel di Bali. Sementara itu, Nusa Dua ikutan menyumbang sekitar 1.100 unit kondotel.

Kawasan-kawasan yang turut booming wisata di Bali seperti Ungasan, Nusa Dua, Tanjung Benoa, dan Pecatu akan menjadi suplai baru kondotel di masa mendatang.

“Hingga pertengahan tahun ini, ada 5.000 unit kamar dari proyek eksisting diantaranya di Pecatu dan Unggasan, Kuta dan Tuban, serta Legian dan Seminyak,” kata Arief.

Alasan Kondotel Bali Cocok untuk Investasi

Sementara itu di  tempat terpisah Ratdi Gunawan dari Grand Orange Condotel Pandawa Beach Bali, menuturkan alasan keuntungan bermain properti di Bali.

Menurutnya, ketersediaan tanah di Bali semakin hari semakin terbatas yang menyebabkan harga tanah sangat mahal menjadikan investasi kondotel hak milik di Bali merupakan investasi yang bernilai tinggi.

Saat ini, banyak sertifikat kondotel yang dipasarkan di Bali adalah lease hold (hak sewa) 30-50 tahun dan tetap masih banyak pembelinya, karena pendapatan dari nilai sewa kondotel dan okupansi per tahunnya masih sangat menjanjikan.

Terlebih jika investasi kondotel di Bali berupa sertifikat hak milik, tentunya hal itu akan sangat lebih menguntungkan lagi. Karena properti itu selamanya akan menjadi milik investor, paparnya.

Tags:
author

Author: