Pemerintah Akan Bangun 10 Kota Baru Untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

kota

Jakarta – Presiden Joko Widodo berencana akan memulai pembangunan 10 kota baru ditahun ini. Dengan kota baru pertama adalah Tanjung Selor, Kalimantan Utara yang merupakan wilayah dengan luas 1.277 kilometer persegi, dengan jumlah penduduk sekitar 42 ribu orang. Untuk mendanai pembangunan kota baru tersebut, pemerintah pusa telah mengalokasikan anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof A. Chaniago di Balai Sidang Jakarta, Selasa (24/3/2015). Rencana tersebut segera dimulai setelah pemerintah telah menuntaskan kajian untuk perubahan Tanjung Selor, yang sebelumnya berstatus kecamatan untuk menjadi Ibu Kota provinsi Kalimantan Utara, provinsi termuda yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Pembangunan kota baru merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi. Dan juga mendorong untuk mencapai target-target kesejahteraan agar kemiskinan dan pengangguran terus berkurang. Di tahun 2015 ini, pemerintah menargetkan tingkat pemerataan manfaat ekonomi dapat membaik. Beberapa di antaranya diukur dari tingkat kesenjangan ekonomi (gini ratio) yang diharapkan dapat turun menjadi 0,4 persen, dengan tingkat kemiskinan menjadi 10,3 persen dan angka pengangguran menjadi 5,6 persen.

Untuk lokasi sembilan kota baru lainnya dan juga jumlah anggaran yang disiapkan Andrinof belum mengungkapkan lebih lanjut. Ia hanya mengatakan, akan terdapat beberapa wilayah lagi di Pulau Kalimantan yang akan menjadi Kota baru. Hal ini mengingat salah satu target besar pemerintah adalah menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.

Namun, secara konseptual pembangunan kota baru ini akan diprioritaskan di luar Pulau Jawa. Sebab, kontribusi ekonomi Pulau Jawa selalu mendominasi terhadap Produk Domestik Bruto Nasional. Di tahun 2013, PDB nasional sebesar 58 persen dikontribusi oleh Pulau Jawa terhadap. Dan 23,8 persen oleh Sumatera, Kalimantan 9,6 persen, Sulawesi 4,8 persen, Maluku-Papua 2,2 persen, dan Bali-Nusa Tenggara 2,8 persen.

Tags:
author

Author: