Pemerintah Akan Beri Wewenang untuk Memperkuat BPOM Awasi Peredaran Obat Palsu

obat

Jakarta- Selama ini Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) tidak memiliki wewenang untuk menangkap atau menggeledah, maka perlu penguatan untuk mengawasi beredarnya obat palsu di masyaraat.

Dilansir dari Kompas.com, Penny Kusmastuti Lukito,Ketua BPOM mengatakan,Presiden Joko Widodo menunjukkan keinginan negara memperkuat BPOM untuk mendapat wewenang dalam mengawasi peredaran obat palsu.

“Kasus vaksin palsu adalah bagian kecil dari pemalsuan obat-obatan di Indonesia.Penegakan hukum untuk kasus obat palsu haruslah dari hulu,” ungkap Penny.

Peredaran vaksin dan obat-obatan palsu membuat tingkat kepercayaan masyarakat kepada lembaga kesehatan semakin me nurun. Padahal, lembaga kesehatan merupakan benteng akhir penjaga kesehatan masyarakat.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, bahwa Presiden Joko Widodo akan menambah kewenangan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

“Presiden ingin BPOM tidak hanya berwenang dalam hal administrasi dan pengawasan obat dan makanan, namun juga memiliki ‘taring’ untuk melakukan penindakan kepada pihak yang melanggar aturan”, kata Anung.

Tags:
author

Author: