Pemerintah Akan Tinjau Ulang Kerjasama Ekspor Tuna Ke Uni Eropa dan Jepang

tuna

Jakarta – Sebelumnya, Pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengevaluasi berbagai kerangka kerjasama ekonomi yang sudah ada dan perundingan perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) regional maupun bilateral yang masih berlangsung. Tujuannya agar lebih menguntungkan Indonesia dan mendorong ekspor produk Indonesia.

Salah satu kasus yang akan ditinjau ulang terkait kerjasama dalam perdagangan bebas adalah kasus ekspor tuna ke Uni eropa. Ekspor tuna Indonesia ke Uni Eropa perlu pertimbangan ulang karena terkena tarif tinggi dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Dalam kasus ekspor tuna ini, Indonesia tertinggal dengan negara lain karena belum menjalin Free Trade Agreement (FTA) dengan Uni Eropa.

Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional, Kemendag Bachrul Chairi mengungkapkan, bahwa Indonesia dalah produksi tuna terbesar dibanding negara-negara yang tergabung dalam ASEAN lainnya. Namun, bea masuk tuna Indonesia ke Uni Eropa dikenakan bea sebesar 22,5%, sementara Malaysia, Filipina, dan Vietnam yang sebagian tunanya datang beasral dari perairan Indonesia, hanya dikenakan bea masuk impor 0%. Dengan bea masuk impor 22,5% ini menjadikan Indonesia sulit besaing dengan negara-negara lainnya. Hal ini dikarenakan, negara-negara lain sudah menjalin FTA dengan Eropa, dan Indonesia ketinggalan dalam hal ini.

Hal yang sama juga terjadi dengan impor tuna Indonesia ke Jepang. Impor tuna asal Indonesia dikenai bea masuk impor 7,5%, sementara negara lain hanya 0%. Padahal, Indonesia dan Jepang sudah memilki hubungan kerjasama perdagang bebas bilateral. Hubungan bilateral Indonesia dengan Jepang, yakni Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Dengan alasan ini para investor akan lebih memilih masuk ke negara yang sudah banyak menjalin perdagangan bebas. Sehingga, pasarnya akan lebih luas dan besar.

Bachrul mengatakan, posisi pemerintahan saat ini terus mendukung adanya FTA namun akan dievaluasi dari sisi keuntungan bagi Indonesia, terutama dari mendorong ekspor dan menarik investasi ke dalam negeri. Bachrul mengatakan, jika Indonesia tidak terbuka dalam hal ini, maka Indonesia akan tertinggal jauh dari negara lain.

Tags:
author

Author: