Pemerintah Surabaya Implementasikan Program 1000 Hari Pertama Kehidupan

ibuha
Surabaya- Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur yang mendorong bidan dari puskesmas aktif turun ke rumah warga untuk mengedukasi calon pengantin tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan dan status gizi sebelum menikah. Hal ini dilakukan dalam upaya mencegah terjadinya gizi buruk pada ibu hamil.

Dilansir dari Kompas.com, ibu hamil yang kekurangan gizi, berisiko mengalami keguguran, bayi lahir mati, bayi cacat bawaan, anemia pada bayi, berat badan lahir rendah, serta bayi baru lahir dengan status kesehatan rendah. Dampak lain pun akan terajdi saat persalinan, seperti persalinan sulit, prematur, pendarahan setelah persalinan, dan persalinan dengan operasi.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, tingginya gizi buruk pada ibu hamil ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang kurang paham akan hal ini. oleh karena itu, calon pengantin harus memahami pentingnya gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan bayi. Sebab, gizi ibu dan bayi pada masa yang memengaruhi masa depan keduanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, pada implementasi program “Gerakan 1.000 Hari Pertama Kehidupan” sejak Oktober 2016, calon pengantin didampingi gratis sejak enam bulan sebelum menikah sampai anaknya berusia dua tahun.

Dalam program ini, sebanyak 150 bidan disiapkan menjadi perantara calon pengantin dan puskesmas atau konsultan kesehatan. Nantinya, masing-masing satu bidan akan mendampingi tiga pasangan.

Tags:
author

Author: