Pemerintah Tetapkan Idul Adha Pada 5 Oktober

id

Jakarta- Jatuhnya pelaksanaan hari raya umat Islam seringkali terjadi perbedaan waktu antar ormas islam satu dengan yang lain. Hal ini dikarenakan cara perhitungan yang dilakukan satu dan yang lain memiliki cara dan pertimbangan yang berbeda. Dengan dasar hukum yang diyakini sama-sama kuatnya. Kali ini prakiraan akan penetapan hari raya idul kurban pun mengundang banyak pendapat dikalangan para ulama dan ormas Islam.

Selasa (23/9/2014), Pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas menyampaikan,  bahwa perhitungan ilmu hisab bulan sudah wujud pada malam tanggal 24 September 2014. Yang artinya, pada malam tersebut pergantian bulan sudah terjadi dan tanggal 1 Dzulhijjah sudah masuk.

Anwar melanjutkan, bahwa pergantian tanggal pada kalender Hijriah dihitung sejak tenggelamnya matahari. Artinya, jika matahari terbenam, maka tanggal pun sudah berganti. Jadi, menurut Anwar Abbas, tanggal 10 Dzulhijjah 1435 Hijriah telah dimulai sejak tanggal 3 Oktober 2014 sore hingga 4 Oktober 2014.

Sementara Wakil Sekjen PBNU, Muhammad Sulton Fatoni mengatakan, untuk penetapan tanggal jatuhnya Hari Raya Idul Adha 1435 Hijriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menantikan hasil keputusan pemerintah yang ditetapkan dalam sidang Isbath bersama Kemenag.

Sore tadi 24 September 2014, Kementerian Agama RI menggelar sidang isbath, penetapan awal Dzulhijjah dan penentuan Hari Raya Idul Adha 1435 Hijriah. Sidang isbath yang dilaksanakan di Auditorium HM. Rasjidi, Kemenag Jakarta, dimulai pada pukul 17.00 WIB. Sidang ini dihadiri oleh perwakilan negara islam dan ormas Islam yang ada di Indonesia.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama, Muhtar Ali mengatakan, pelaksanaan sidang isbath penentuan awal Dzulhijjah sama seperti istbath penentuan awal bulan Syawwal. Pada sesi pelaporan dan pembahasan hasil rukyatul hilal dilakukan secara tertutup.

Sidang isbath diawali sesi pra sidang, berupa pemaparan mengenai posisi hilal di Indonesia secara astronomis. Sesi kedua adalah pelaporan dan pembahasan hasil rukyatul hilal. Pada sesi kedua ini, peserta sidang mendengarkan laporan hasil rukyatul hilal dari para anggota Tim Hisab-Rukyat Kemenag yang melakukan pemantauan hilal. Setelah itu, sidang dilanjutkan dengan pembahasan hasil rukyatul hilal untuk pengambilan keputusan.

Dari sidang Isbath yang berlangsung hampir dua jam tersebut, Kementerian Agama menetapkan hilal tidak terlihat di 70 titik pengamatan yang tersebar di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan Hari raya Idul Adha jatuh pada Ahad, 5 Oktober 2014.

Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar  mengatakan, “Laporan ormas dan tim kemenag di 70 titik di seluruh Indonesia tidak terlihat hilal. Sehingga keputusan penetapan 1 Dzulhijjah jatuh pada Jumat, 26 September. Penetapan hari raya Idul Adha jatuh pada Ahad, 5 Oktober 2014 (10 Dzulhijjah 1435 H)”.

Tags:
author

Author: