Pemerintah Tugaskan Kemendag Tinjau Ulang Kerjasama Dengan Luar Negeri

joko

Jakarta – Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag), Bachrul Chairi mengungkapkan, bahwa pemerintah akan meninjau ulang (review) beberapa perjanjian kerja sama dengan negara lain. Baik yang bersifat multilateral maupun bilateral.

Bacrul mengatakan, para investor ini tidak hanya mempertimbangkan pasar Indonesia di dalam negari yang terhitung besar, tetapi juga potensi melakukan ekspor jika berproduksi di Indonesia. Oleh karena itu pemerintah melakukan tinjauan ulang beberapa perjanjian dengan negara lain. Sebab, dalam kenyataanya perusahaan besar tidak mau invest di Indonesia, tidak hanya dengan melihat 250 juta. Tetapi, mereka juga mempertimbangkan bagaimana engagement mereka di produksi di Indonesia kalau untuk di ekspor.

Sebagaimana dijelaskan Bachrul, masalah tersebut disebabkan oleh persoalan transposisi yang merupakan kegiatan 5 tahunan seluruh negara di dunia dalam mengharmonisasikan tarif. Dan Indonesia bermasalah terkait transposisi ini, yang mengakibatkan negara partner dagang menganggap Indonesia tidak melakukan transposisi sesuai dengan komitmennya.

Sehingga, kondisi ini menjadikan Indonesia diboikot dan tidak dapat memanfaatkan transposisi tersebut. Sementara disisi lain Indonesia menegaskan terbuka dalam perdagangan internal. Akibatnya, Indonesia kehilangan pasar dan kehilagan investasinya. Oleh sebab itu, Bachrul mengatakan bahwa pihaknya dituntut untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Untuk menindak lanjuti hal tersebut, Menko meminta Kemendag dalam waktu 2 bulan dapat memetakan kembali setiap perundingan. Seperti kerjasama dalam ASEAN, kemudian yang bilteral dengan Jepang, Korea, Australia, Chili, dengan CEPA, dengan India. Kemendag juga diminta dapat menyelesaikan hal-hal dalam perundingan yang belum menguntungkan Indonesia.

Tags:
author

Author: