PENAS XIV KTNA: Ekspo Agribisnis Terbesar Dihadiri 35.000 Petani dan Nelayan

Penas KTNA Malang

Penas KTNA Malang

MALANG –  Sejak dibuka tanggal 7 Juni lalu oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Pekan Nasional XIV Kontak Tani Nelayan Andalan ( PENAS KTNA) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, 7-12 Juni 2014, sekaligus ekspo agribisnis nasional telah memasuki hari ke empat.

Ekspo produk pertanian dan perikanan Nusantara itu  diselenggarakan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Malang, Jawa Timur. Tenda superbesar disediakan di sisi selatan luar Stadion Kanjuruhan itu seluas 26,75 hektare.

Ada tiga tema dalam expo agribisnis tersebut, yakni aquaculture, agroforestyan, dan peternakan nasional. Di ajang expo tersebut, peserta akan memamerkan keunggulan teknologi dan produk olahan unggulan masing-masing daerah.

Seusai membuka Penas Presiden SBY bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono juga akan mengunjungi produk-produk pertanian yang ditampilkan di acara ini. Dalam pembukaan, sejumlah duta besar negara sahabat, menteri kabinet Indonesia bersatu jilid II, gubernur, anggota DPR dari Komisi IV, bupati dan wali kota se-Indonesia juga terlihat hadir.

Sejumlah menteri dijadwalkan turut menyertai Presiden SBY, diantaranya adalah Menteri Pertanian Suswono serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo.

Tak kurang dari 35.000 petani dan nelayan berpartisipasi dalam Pekan Nasional (Penas) petani Nelayan ke XIV tersebut.

Ketua Panitia Pelaksana Penas yang juga Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir, mengatakan peserta tersebut datang dari 34 provinsi dan 500 kota/kabupaten di Indonesia, bahkan ada beberapa dari manca negara seperti Jepang.

Penas sendiri akan menampilkan 32 jenis kegiatan yang dirangkum dalam tujuh kelompok bidang. Selain itu peserta Penas juga akan mendapat tambahan berupa kegiatan magang di tempat petani sukses maupun di UPT pertanian serta BPPT.

“Penas harapannya bisa menjadi ajang pertemuan bagi petani nelayan untuk saling bertukar informasi, belajar, serta meningkatkan motivasi kepada generasi muda untuk cinta kepada bidang pertanian dan perikanan,” jelas Winarto.

Oknum Pedagang Nakal

Namun, di sela-sela megahnya ekspo produk pertanian dan perikanan tersebut, ada juga oknum nakal yang memanfaatkan even Nasional itu untuk mencari keuntungan pribadi.

Peserta ekspo KTNA XIV mengeluhkan adanya oknum pedagang “nakal” yang berjualan makanan di stand sekitar lokasi acara dengan menetapkan harga sangat mahal dan memberatkan pembeli.

Seperti dituturkan Yohanna, salah satu peserta Pekan Nasional (Penas) XIV Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) asal Nusa Tenggara Timur (NTT), ia mengaku terpaksa membeli makanan yang ada di sekitar area acara, meski harganya sangat mahal karena tempat makan lainnya cukup jauh dari lokasi Penas.

“Masak makan dengan porsi sedikit dan lauk standar (ayam goreng) harganya Rp27.000. Meski harganya di luar dugaan, kami tetap saja membeli karena tidak mungkin kalau makan siang di tempat lain yang jauh dari area Penas,” katanya, Rabu (11/6/2014).

Padahal, kata Yohanna, ketika dirinya bersama rombongan makan malam di luar area Stadion Kanjuruhan (lokasi Penas), harganya tetap normal antara Rp6.000 sampai Rp10.000, bahkan mie pangsit masih Rp5.000 per porsi.

Selain harga makanan yang sangat mahal di area Penas, ada oknum tukang ojek yang juga menipu peserta dengan memasang tarif sangat mahal.

Ada lagi kesaksian Yan, salah satu peserta asal Papua, ia mengatakan rekannya ditipu tukang ojek ketika rekannya itu mau kembali ke penginapannya yang berada di sekitar Karangkates.

“Teman saya dikenakan ongkos sebesar Rp600.000.” ujarnya.

Yan menilai apa yang dilakukan para pedagang di sekitar area Penas dan tukang ojek tersebut, selain merugikan peserta juga mencoreng nama baik panitia, khususnya Kabupaten Malang.

Tags:
author

Author: