Pencarian Pesawat Latih Liberty XL2 C/S PK-LLC Ditunda Untuk Sementara

jem

MATARAM –  Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menyelidiki insiden jatuhnya pesawat latih jenis Liberty XL2 C/S PK-LLC milik Lombok Institute of Flight Technology (LIFT) yang hilang kontak di sekitar Perairan Moyo, Sumbawa.

Pencarian hari kedua pesawat latih jenis Liberty XL2 C/S PK-LLC Lombok Institut Flight Technology (Lift) yang hilang kontak di sekitar Perairan Moyo, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), belum mendapatkan hasil.

Pesawat jenis Liberty XL2 C/S PK-LLC dilaporkan hilang kontak di titik koordinat 08 derajat 20 menit, 09,8 south – 117 derajat, 32 menit, 41,5 east, atau di sekitar pulau Moyo. Pesawat latih berpenumpang 2 orang tersebut terbang dari BIL menuju Sumbawa, kemudian ke Pulau Moyo dan kembali lagi ke Sumbawa.

Pesawat latih ini berangkat dari Bandara Internasional Lombok (BIL) menuju Sumbawa, menuju Pulau Moyo, dan kembali ke Sumbawa. Pukul 11.30 Wita, pesawat ini seharusnya mendaratdi Sumbawa. Akan tetapi, pesawat hilang kontak dengan menara bandara pada pukul 11.25 Wita. Hingga saat ini, nasib kedua penumpang belum diketahui.

Sebelumnya, petugas telah menemukan tabung pemadam kebakaran mengapung di perairan Moyo. Menurut Basarnas, penemuan ini bisa dikatakan sebagai tanda bahwa pesawat latih tersebut jatuh di sekitar Pulau Moyo, yakni sekitar 200 meter dari bibir pantai dengan kedalaman di atas 30 meter.

Jumat (31/10/2014), Direktur Operasional dan Pelatihan Basarnas, Marsekal TNI SB Supriyadi mengatakan, meskipun belum ditemukan tanda-tanda yang pasti akan keberadaan pesawat. Meskipun begitu, di hari kedua ini tim Basarnas telah menemukan serpihan pesawat berupa jaket pelampung dan serpihan “alumunium foil” milik pesawat latih.

Untuk sementara, malam ini pencarian dihentikan, dan akan dilanjutkan kembali esok hari di sekitar pulau Moyo. Penyisiran akan dilakukan melalui jalur udara dan laut, dengan mengerahkan tim penyelam dan helikopter.

Tags:
author

Author: