Pendapat MUI Soal Nikah Online

45pernikahan

Jawa Timur~ Teknologi informasi dan komunikasi terus berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan di segala lini. Sayang, perkembangan tersebut juga menyebabkan berbagai fenomena yang cukup meresahkan. Salah satunya adalah nikah siri secara daring (online).

Menghadapi fenomena tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasuruan dengan tegas menyebutkan jika nikah siri dengan cara tersebut adalah bagian dari perzinahan terselubung. Ketua Umum MUI Kabupaten Pasuruan,  Nurul Huda , juga menyebut pernikahan semacam itu tidak sesuai dengan aturan agama Islam.

“Apabila ada fenomena pernikahan siri secara online, maka hal tersebut tidak dibenarkan karena sebuah pernikahan harus memenuhi syarat dengan minimal empat orang yang datang dan saling bertatap muka,” demikian pernyataan Nurul Huda seperti diwartakan BeritaSatu.

Empat orang dimaksud ialah calon mempelai suami, wali, dan dua saksi. Untuk calon istri, tidak masalah jika tidak hadir dalam prosesi pernikahan.

Selain itu, Nurul Huda menyatakan jika pernikahan merupakan ibadah yang tak boleh dikomersilkan.

“Pernikahan merupakan ibadah yang tidak boleh dikomersialkan, apalagi harus mengambil keuntungan dari jasa perkawinan,” lanjutnya.

Masih menurut Nurul Huda, perinakah siri secara online memiliki perbedaan dengan pernikahan jarak jauh, di mana salah satu mempelainya tidak bisa hadir dalam prosesi pernikahan tersebut. Itu pun prosesinya tidak bisa dilakukan secara serampangan.

Nurul Huda juga menyinggung kawin kontrak yang terjadi di Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Di wilayah tersebut diwartakan  ada praktik nikah tanpa tercatat resmi atau nikah siri dan kawin kontrak dengan memberikan imbalan (sejenis mahar) berupa tanah atau benda berharga lainnya.

“Di Kecamatan Rembang memang saya pernah mendengar kabar tentang adanya kawin kontrak maupun nikah siri, namun saya tidak bisa memastikannya, hanya mendengar kabar saja,” terangnya.

Dengan tegas, Nurul Huda juga menyatakan haramnya kawin kontrak karena tak sesuai dengan aturan Islam.

“Kawin kontrak ini jelas diharamkan dalam aturan agama Islam sesuai aturan fiqih dan hadis. Selain itu, kawin kontrak juga termasuk perzinahan terselubung yang harus dihindari,” pungkasnya.

Rate this article!
Tags:
author

Author: