Penelitian Kosmologi Denmark Goyahkan Temuan Higgs Boson 2012

abraham

Pewartaekbis-  Pada tahun 2012, tim ilmuwan di Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN) menyatakan, telah menemukan partikel yang diklaim sebagai Higgs boson. Eksperimen dilakukan setelah pengumuman, dan berhasil mengonfirmasikan bahwa yang ditemukan memang partikel tersebut

Boson Higgs alias “Partikel Tuhan” akhirnya mengantarkan dua peneliti yang menggagasnya meraih Nobel Fisika pada tahun 2013. Peter Higgs dari Inggris dan Francois Englert merupakan dua peneliti yang mendapat hadiah nobel tersebut. Menurut  mereka, materi bisa memiliki massa karena adanya sebuah partikel yang memberikannya.

Penemuan CERN terkait keberadaan partikel Higgs tersebut sudah diramalkan sejak tahun 1960-an. Ramalan CERN menyebutkan, bahwa adanya medan tak kasatmata yang disebut medan Higgs. Dimana medan tersebut menembus seluruh angkasa, dan bahwa sifat-sifat materi dan gaya yang mengatur seluruh eksistensi kita berasal dari interaksi medan Higgs yang gaib tersebut. Dikarenakan kemisteriusan kedudukannya yang dipandang sentral dalam penciptaan alam semesta inilah yang kemudian disebut sebagai “partikel Tuhan”

Medan Higgs juga dipandang mendukung anggapan bahwa angkasa yang kosong sebenarnya mengandung benih-benih eksistensi manusia. Dalam teori inflasi semesta yang dicetuskan oleh Alan Guth, ada medan serupa yang tercipta pada saat paling awal setelah Dentuman Besar yang menyebabkan semesta mengembang luar biasa cepat dalam sepertriliunan detik, di mana setelah itu energi yang ada dalam angkasa yang sepertinya hampa itu diubah menjadi seluruh materi dan radiasi yang kita saksikan sekarang ini.

Akan tetapi, saat ini sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Mads Tourdal Frandsen dari Pusat Studi Kosmologi dan Fenomenologi Fisika Partikel, Denmark, di jurnal Physical Review D menggoyahkan hasil temuan CERN tersebut. Dalam publikasinya, Frandsen dan timnya menyatakan tidak menemukan adanya bukti ‘partikel tuhan’. Ia mengatakan, data-data yang didapatkan CERN belum bisa menjelaskan apakah partikel yang ditemukan memang Higgs boson.

Frandsen menegaskan, data yang diperoleh CERN tidak cukup tepat untuk menjadi dasar pernyataan penemuan Higgs boson. Partikel yang ditemukan CERN sebenarnya adalah techni-higgs yang berbeda dengan Higgs boson. Techni-higgs bukan partikel elementer, melainkan partikel elementer yang disebut techni-quarks.

Hal yang sama diungkapkan oleh Michael Tuts dari Columbia University yang mengatakan, studi lebih lanjut masih diperlukan untuk bisa menyatakan dengan pasti apakah partikel yang ditemukan CERN memang Higgs boson. Dalam fisika, dikenal model standar fisika partikel yang berkontribusi dalam menerangkan penciptaan alam semesta. Higgs boson merupakan partikel yang belum ditemukan hingga tahun 2012.

Tags:
author

Author: