Pengusaha Klaim Tarif Listrik Malaysia lebih Murah, Ini Perbandingannya

tarif listrik

Pewartaekbis.com, Jakarta – Terhitung mulai  1 Mei 2014 pemerintah Indonesia menerapkan kenaikan TDL listrik secara simultan bagi pelaku industri golongan I-3 dan I-4. Kenaikan listrik dilakukan setiap 2  bulan  hingga Desember 2014. Khusus untuk golongan I-3 yang dikenaikan kenaikan tarif listrik hanya bagi perusahaan yang sudah go public atau terdaftar di pasar saham.

Golongan I-3 sendiri merupakan industri skala menengah dengan daya di atas 200 kVA, sedangkan untuk golongan I-4 adalah Industri skala besar dengan daya 30 MVA ke atas.

Kalangan pengusaha sebagai pelaku industri yang paling merasakan dampaknya mengklaim tarif listrik industri di negeri jiran Malaysia lebih rendah daripada di Indonesia. Benarkah tarif listrik di Negeri Jiran itu lebih murah? Sebagai perbandingan, berikut data tarif listrik industri kedua negara:

1. Indonesia

Untuk besaran tarif industri golongan menengah dan industri besar tersebut yaitu:

  • 1 Mei-30 Juni Rp 872-Rp938/kWh Rp 819/kWh
    1 Juli-31 Agustus Rp 946-Rp 1.018/kWh Rp 928/kWh
    1 September-31 Oktober Rp 1.027-Rp 1.105/kWh Rp 1.051/kWh
    1 November-seterusnya Rp 1.115-Rp 1.115/kWh Rp 1.191/kWh

2. Malaysia

Di Malaysia, pada 1 Januari 2014 berlaku kenaikan taif listrik juga bagi  industri. Seperti dikutip situs TNB (Tanaga Nasional Berhad/PLN Malaysia), tarif industrinya sebagai berikut:

  • Tarif listrik industri golongan E1 (industri tegangan menengah) tarifnya US$ 33,70 sen/kWh atau Rp 3.370 per kWh.
  • Tarif golongan E2 Rp US$ 35,50 sen/kWh atau sekitar Rp 3.550/kWh.
  • Tarif industri tegangan tinggi atau E3 sekitar US$ 33,70 sen/kWh atau sekitar Rp 3.370/kWh.
  • Tarif tegangan tinggi khusus E3s dikenakan sekitar US$ 31,70 sen/kWh atau sekitar Rp 3.170/kWh

Berdasarkan  data tersebut, dapat disimpulkan bahwa tarif listrik industri di Malaysia ternyata lebih mahal daripada di Indonesia.

Tags:
author

Author: