Peningkatan Jumlah High End Tak Selamanya Sejalan Dengan Peningkatan Jumlah Jutawan

plaza

JAKARTA – Meningkatnya populasi jutawan dan kalangan ultrakaya (ultra high net worth individuals atau UNHWI) Indonesia dari tahun ke tahun, tidak mempengaruhi bertambahnya jumlah pusat belanja mewah. Dimana mall atau pusat perbelanjaan mewah diidentikkan dengan gaya hidup.

Hingga tahun 2013 lalu, pertumbuhan populasi jutawan di Indonesia mmeninggkat tajam hingga mencapai angka pertumbuhan 62%. Di tahun 2013, di Indonesia memiliki 36.215 jutawan dengan nilai kekayaan kolektif mencapai 230 miliar dollar AS atau setara Rp 2.915 triliun. Hingga tahun 2018 mendatang jumlah populasi ini diperkirakan akan melaju pesat.

Sebanyak 55% atau 19.954 jutawan Indonesia berada di Jakarta. Sedangkan 2,7 % atau 974 jutawan dari seluruh jutawan yang ada berdomisili di Bandung. Selebihnya tersebar di beberapa kota di Indonesia. Hingga tiga tahun terakhir ini nilai kekayaan para jutawan Indonesia lebih tinggi 32,3% dari tahun 2013.

Meskipun demikian, Wealthinsight mengungkapkan pasokan pusat belanja mewah sebagai representasi gaya hidup dan eksistensi mereka justru diametral. Berdasarkan informasi dari catatan Savills PCI,  Indonesia hanya memiliki lima pusat belanja kategori mewah atau high end.

Dimana kelimanya berada di Jakarta, yaitu Plaza Indonesia, Grand Indonesia, Pacific Place, Plaza Senayan, dan Senayan City. Total luasnya sekitar 427.466 meter persegi. Namun, hal sebaliknya terjadi pada  populasi pusat belanja premium, menengah atas, dan menengah bawah terus bertambah. Hal tersebut seiring meningkatnya kalangan kelas menengah berdaya beli tinggi.

Director Retail Savills PCI, Rosaline Stella Lie mengatakan, meskipun pusat belanja mewah atau high end di Indonesia tak bertambah jumlahnya, namun peritel mewah internasional justru semakin meminati pasar Indonesia. Salah satunya butik Stella Mc Cartney, yang berencana bergabung di pusat perbelanjaan mewah Indonesia. Sementara brand  lain seperti Hermes, Cartier, Bottega Veneta, Hugo Boss tengah berencana untuk melakukan ekspansi.

Namun, pusat perbelanjaan yang ada sekarang memiliki ruang kosong yang terbatas. Sebab, untuk mengembangkan pusat belanja mewah bukanlah hal yang mudah. Pengembangan mall membutuhkan desain bangunan yang detail dan berkualitas tinggi, dengan pengelolaan profesional bertaraf internasional. Sehingga, mampu menarik penyewa-penyewa yang membawa merek eksklusif sekaligus mewah.

Tags:
author

Author: