Penumpang Stagnan, Kereta Api Kelas Bisnis Akan Dihapus

kereta

Yogyakarta~ Setelah melakukan berbagai perbaikan, saat ini kereta api menjadi salah satu kendaraan umum favorit masyarakat untuk menuju Yogyakarta. Hal itu antara lain ditunjukkan dengan naiknya jumlah penumpang musim liburan di tahun ini, khususnya untuk kelas ekonomi

“Jumlah penumpang kereta ekonomi selama angkutan lebaran 2016 sebanyak 183.999 orang atau naik sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya sebanyak 152.920 penumpang,” jelas Manajer Humas Daop VI Eko Budiyanto.

Ia menilai kelas ekonomi menjadi perimadona karena sudah dilengkapi dengan fasilitas yang mirip dengan kelas eksekutif.

“Yang membedakan hanya kapasitas penumpang per gerbongnya. Kereta ekonomi bisa menampung 104 hingga 106 penumpang per gerbong, sedangkan kapasitas kereta eksekutif 50 hingga 54 penumpang,” imbuhnya.

Eko juga menuturkan jika jumlah penumpang kereta kelas eksekutif hanya naik sekitar 6 persen dari 87.050 penumpang menjadi 92.223 penumpang pada tahun ini. Sementara itu, jumlah penumpang kelas bisnis hampir tidak mengalami kenaikan dibanding tahun lalu yaitu sebanyak 56.766 orang dibanding 57.025 penumpang di tahun sebelumnya.

Di lain sisi, beberapa waktu lalu Direktur Komersial Kereta Api Indonesia (KAI) Bambang Eko Martono mengungkapkan wacana penghapusan kereta kelas bisnis secara bertahap dalam waktu empat tahun ke depan. Rencana tersebut sudah dimulai dengan memperbanyak armada kereta ekonomi.

“Diperkirakan, 2–3 minggu mendatang sisa pesanan train set rampung. Akan kami jalankan lagi lima train set. Dua train set untuk KA Bima dan masing-masing satu train set untuk Argo Lawu Dwipangga, Anggrek, dan Kutowijaya,’’ ungkapnya seperti diwartakan CNN Indonesia (25/7).

Tags:
author

Author: