Penyelundup Senjata di Sudan Bukan dari TNI

tni

Jakarta – Beberapa waktu lalu Pemerintah Sudan menangkap anggota pasukan perdamaian PBB dari Indonesia karena menyelundupkan senjata. Media setempat memberitakan jika anggota yang dibekuk berasal dari UNAMID (United Nations-African Union Missions in Darfur).

Terkait kabar ini, Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto menjelaskan jika memang ada dua misi tentara Indonesia di Sudan.

“Terkait adanya berita tentang anggota pasukan penjaga perdamaian di Sudan ditangkap karena mencoba menyelundupkan senjata, perlu diketahui bahwa saat ini di Sudan terdapat dua misi perdamaian Indonesia di bawah bendera PBB, pertama UNAMID, kedua dari kepolisian Indonesia Satgas FPU (Formed Police Unit),” sebutnya di markasnya, Cilangkap, Jakarta Timur (23/1).

Ia juga menegaskan jika anggotanya yang tergabung di UNAMID tak terlibat dalam kasus ini. Ia menegaskan juga jika yang dibekuk di Sudan bukan anggota TNI.

“TNI kontingen UNAMID tidak ada hubungannya dengan peristiwa ini,” tegasnya.

Penugasan pasukan UNAMID dengan FPU berbeda menurutnya di lapangan. Anggota TNI yang tergabung di UNAMID disebutnya akan segera kembali ke Tanah Air.

“Pasukan UNAMID masih utuh 850 orang di Sudan akan kembali bulan Maret yang akan datang,”imbuhnya seperti diwartakan detik.com.

Selain TNI, pihak Polri juga membantah jika senjata yang diduga diselundupkan itu merupakan milik pasukan Garuda Bhayangkara II Kontingen Formed Police Unit (FPU) VIII.

Tags:
author

Author: